10 Hari Menuju Kemenangan: 41 Fakta Sosok Nadjib Hamid (bagian-1)

0
406
Foto Kyai Nadjib Hamid diambil dari dokumen pribadi

KLIKMU.CO

Ijtihad Persyarikatan Muhammadiyah Jawa Timur dalam mendorong  salah satu kader terbaiknya yakni Ir.Nadjib Hamid adalah harga mati bagi warga Muhammadiyah se Provinsi Jawa Timur mulai dari Pimpinan Daerah,Cabang hingga ranting untuk mencoblos dan memenangkan beliau pada hari Rabu 17 April 2019 di TPS masing masing, berikut kami ulas 41 Fakta dari sosok calon DPD RI No Urut  41, yang kami bagi menjadi 3 bagian, dan ini adalah bagian pertama, silahkan menyimak

Pertama, Nadjib Hamid dilahirkan di Lamongan 55 tahun lalu alias pada tahun 1964.

Kedua, ia menamatkan pendidikan dasar dan menengah di madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, hingga aliyah di Paciran, Lamongan.

Ketiga, pernah mengikuti program pendidikan ulama di Ma’had Ali Lil Fiqhi Wad Dakwah Bangil, Pasuruan.

Keempat, soal pendidikan tinggi, Najib meneruskan S-1 ilmu politik di Universitas Bhayangkara (Ubhara) dan S-2 kebijakan publik di Universitas 17 Agustus (Untag). Semuanya di Surabaya. Kini ia merupakan kandidat doktor (S-3) di program Dirasah Islamiyah UINSA Surabaya.

Kelima, aktif sebagai wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Keenam, Najib kini menjadi wakil ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jatim.

Ketujuh, ia merupakan wakil ketua Baznas Provinsi Jatim.

Kedelapan, berpengalaman sebagai Pengawas Pemilu (kini disebut Badan Pengawas Pemilu) Jatim 2003-2004.

Kesembilan, Najib Hamid pernah menjabat anggota KPU Jatim 2008-2014, yang ikut berperan menyelenggarakan Pilgub Jatim 2014 secara damai, berkualitas, dan bersih.

Kesepuluh, pada 2015 ia dipercaya sebagai tenaga ahli Komisi C DPRD Jatim.

Kesebelas, pada 2016 ia sebagai tenaga ahli Bawaslu Jatim.

Kedua belas, Najib amat peduli kepada generasi muda. Itu diwujudkan melalui pelatihan-pelatihan dan diskusi-diskusi mendalam tentang pelbagai persoalan kekinian.

Ketiga belas, sejak 1990 hingga sekarang, rumah tempat tinggalnya disediakan untuk base camp anak-anak muda dari berbagai daerah, lebih-lebih yang secara ekonomi kurang beruntung. Mereka difasilitasi tempat tinggal dan kebutuhan hidupnya, serta sebagian biaya kuliahnya, termasuk diurus pula jodohnya. Baru dilepas setelah mereka berumah tangga.

Keempat belas, Najib terobsesi menjadikan rumahnya sebagai pondok kehidupan. Yakni tempat berlatih para generasi muda untuk mengarungi kehidupan nyata dan menjadi pemimpin di masa depan.

Kelima belas, Najib Hamid merupakan penulis yang amat produktif. Tulisannya terserak di media cetak maupun online.(Ferry/ahmad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here