100 Hari Bekerja, Inilah 7 Karya Nyata Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Malang Periode 2018-2022

0
247
Para pengurus Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Malang periode 2018-2022.

KLIKMU.CO – Kepengurusan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kab Malang telah berjalan lebih dari 100 hari, tepatnya 3 bulan 17 hari, semenjak dilantik pada 15 Juli 2019. Beberapa karya telah terealisasi. Bahkan, sebelum pelantikan, ada aksi-aksi sosial sesuai momen dan merupakan agenda PDPM 2018-2022 sebelum pelantikan.

Pertama, gerakan anti pemurtadan. Gerakan anti pemurtadan diberi nama ā€¯Muhasabah Hidup dan Cinta (MHC)”. Gerakan tersebut merupakan upaya penyelematan umat oleh PDPM dengan langkah-langkah real dan berkesinambungan.

“Ada penggalangan dana yang dilakukan tim pengajian di Masjid Surya Gemilang, penyembelihan hewan Qurban dan pembagian oleh Pemuda, dan game dengan anak anak yang di-handle IMM Brawijaya,” kata Ketua PDPM Wahyu.

Kemudian, khitan gratis di Turen oleh Pemuda Kab Malang, pengajian pada Senin malam oleh Akhi Sobrun PWPM, dan makan bersama setelah pengajian dipandu Pemuda dan IMM.

“Donomulyo adalah daerah yang rawan kristenisasi,” ujarnya.
Kedua, menunjukkan eksistensi Pemuda Muhammadiyah di luar. Salah satunya, pekan ke-2 Agustus, PDPM yang dipimpin Wahyu mengeluarkan perintah ke PCPM Kab Malang untuk hadir saat apel upacara peringatan 17 Agustus dengan uniform Pemuda Muhammadiyah.

Ketiga, aksi sosial khitanan missal. Pada pekan ke-4 Agustus dilanjutkan aksi sosial kedua, yakni khitanan massal sejumlah 10 anak. Agenda itu mendapat respons bagus dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu, Prof Dr Muhadjir Effendy, dengan wujud memberikan santunan. PDPM bekerja sama dengan klub mobil Avega Malang raya.

Keempat, menangkap isu permasalahan sampah. “Kami mengirimkan delegasi PDPM ke diklat pengolahan sampah di Purwodadi lewat jaringan alumni Univ Brawijaya,” kata Wahyu.
Mereka menjajaki kerja sama dengan Politeknik Perikanan Sidoarjo untuk mengolah sampah.

Kelima, gerakan ekonomi. PDPM Kab Malang langsung aksi dengan mengirimkan 4 delegasi selama 2 hari. “Membentuk jaringan Malang Raya Bidang Ekonomi dengan nama Wiramuda. Komunitas PDPM Bidang Ekonomi akan menyelenggarakan kegiatan seminar pada Desember 2019 di Batu dengan mendatangkan pengusaha nasional,” lanjut Wahyu.

Keenam, pembagian air di daerah kekeringan. Aksi sosial ini dilakaukan di daerah Donomulyo dan dibantu dengan mencari donator. Di antaranya Avega dan Lazismu.

Ketujuh, pembuatan sumur bor di Malang Selatan. “Anggaran yang dibutuhkan sekitar 40 juta di Donomulyo. Kegiatan tersebut dilakukan oleh 3 PDPM Malang Raya: Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang,” jelasnya. (*/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here