11 Standard Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Pelayanan Kesehatan RS PKU Muhammadiyah Surabaya

0
124
In House Training: Ida Setiawati (berdiri) saat mengisi materi PPI.( Foto: Habibie)

KLIKMU.CO Konsep Dasar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Perlu dipahami oleh seluruh Karyawan rumah sakit atau yang bekerja dikesehatan bahwa wilayah kerja Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) adalah diseluruh area rumah sakit yang targetnya petugas, staf, Mahasiswa Praktek, Pasien, Pengunjung dan Keluarga Pasien.

Demikian itu disampaikan oleh Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) RS PKU Muhammadiyah Surabaya Ida Setiawati, SKep NS., dalam kegiatan In House Training PPI di Ruang Lantai 3 RS PKU Muhammadiyah Surabaya Jl KH Mas Mansyur 180-182 Surabaya. Senin (23/4/2018).

Menurut Ida Setiawati, ada 11 Kewaspadaan Standar dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Pelayanan Kesehatan rumah sakit Muhammadiyah Surabaya ini yakni:

Pertama, Kebersihan Tangan, yang langkah-langkahnya adalah cuci tangan dengan air dan sabun jika tangan terlihat kotor, gosok tangan dengan handrub berbasis alkohol jika tangan tidak terlihat kotor.

Kedua, Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), APD merupakan alat kesehatan yang terdiri dari masker, topi, sarung tangan, pelindung wajah, sepatu yang digunakan petugas maupun pasien untuk melindungi diri dari kontaminasi penyakit infeksi, digunakan sesuai indikasi, segera dilepas jika sudah selesai tindakan.

Ketiga, kata dia, Penanganan Limbah, untuk limbah padat infeksius dibuang kekantong plastik kuning dan limbah padat non infeksius dibuang kekantong plastik hitam “biasanya di bak sampah itu di kasih warna kuning itu berarti infeksius dan yang warna hitam itu non infeksius atau domestik, jangan sampai salah ya,” pintanya. “untuk limbah jarum dan benda tajam lainnya dibuang kewadah tahan tusuk dan tahan air, limbah cair infeksius kesaluran khusus, kontainer limbah tertutup, sebaiknya membuka menggunakan injakan kaki.” paparnya.

Keempat, Pengendalian Lingkungan, pertahankan kondisi lingkungan sehat. “Udara bersih, sistem ventilasi bertekanan negatif, penyediaan air bersih, permukaan lingkungan bersih, penataan peralatan sedemikian rupa sehingga tampak rapi dan mudah dibersihkan, Binatang seperti kucing, tikus tidak ada disekitar ruangan, termasuk lalat, nyamuk dan kecoak.” ujarnya.

Kelima, Peralatan Perawatan Pasien, peralatan non kritikal peralatan yang hanya dipermukaan tubuh pasien (pembersihan atau disinfeksi). Peralatan semi kritikal, peralatan yang masuk kedalam membrane mukosa (minimal disinfeksi tingkat tinggi atau sterelisasi). Peralatan kritikal, peralatan yang masuk kedalam pembuluh darah atau jaringan steril (sterilisasi).

Keenam, Penanganan Line, menyimpan linen bersih didalam lemari tertutup, memisahkan penyimpanan linen bersih dengan linen steril, memisahkan troley linen bersih dan linen kotor, memisahkan linen kotor ternoda darah atau cairan tubuh dengan linen kotor tidak ternoda, menyimpan linen dilemari tertutup, membawa linen kotor maupun bersih dalam keadaan tertutp dan persediaan linen sesuai kebutuhan.

Ketujuh, Perlindungan Kesehatan Karyawan, petugas dilakukan screening setiap 5 tahun sekali dan dilakukan pemberian vaksin atau pada saat ada kejadian yang membutuhkan pemeriksaan dan apabila ada kejadian tertusuk jarum bekas paisen segera dilaporkan.

Kedelapan, Penempatan Pasien, tempatkan pasien dengan jenis kuman yang sama, beri jarak lebih dari 1 meter antar bed, lalukan kohorting bila tidak memungkinkan untuk memiliki ruangan yang sesuai dengan standar, kewaspadaan sesuai cara tranmisi penyebab infeksi.

Kesembilan,  Penyuntikan yang aman, tidak direkomendasikan menggunakan spuit berulang kali (one needle, one shoot, one time), menggunakan bak instrumen jika memberikan suntikan, bukan keranjang plastik berlubang-lubang, memberikan suntikan dengan teknik aseptik.

Kesepuluh, Etika Batuk atau Bersin, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan menggunakan lengan bagian dalam, atau krah baju bagian dalam, kemudian pakai tisu, buang ketempat sampah yang ada warna kuning bila terkena sekret saluran napas dan lakukan cuci tangan dengan sabun atau antiseptik dan gunakan air mengalir, alkohol handrub setelah kontak dengan sekret, jaga jarak terhadap orang dengan gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dengan demam.

Kesebelas, Praktik Lumbal punksi, masker harus dipakai klinisi saat melakukan lumbal pungsi, anestesi spinal atau epidural, pasang kateter vena sentral. Cegah droplet flora orofaring, dapat menimbulkan meningitis bakterial.

Mbak Ida, panggilan akrabnya menyampaikan bahwa kewaspadaan Isolasi merupakan bagian dari program pencegahan dan pengendalian infeksi, bertujuan memutus mata rantai infeksi. “Kewaspadaan standar gabungan dari Universal Precaution dan Body Substance Isolation, kewaspadaan isolasi terdiri dari dua lapis yakni kewaspadaan standar dan kewaspadaan berdasarkan Transmisi kontak, droplet dan udara.” tukasnya. (Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here