Muhammadiyah Sudah Tetapkan Rumah Sakit Itu sebagai Alat Dakwah

0
129
Wakil Ketua IKKM Wilayah Jawa Timur Ustadz Mukti Jani dalam tausiah subuh Shubuh Berjamaah pada Pelatihan Peningkatan Kompetensi Petugas Bina Rohani RS PKU Muhammadiyah Surabaya.

 

KLIKMU.CO – “Di dalam rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah ada sebuah kehidupan baru yang terdiri atas dokter, perawat, bidan, dan umum untuk melaksanakan dakwah sesuai persyarikatan Muhammadiyah.”

Demikian disampaikan Wakil Ketua IKKM Wilayah Jawa Timur Ustadz Mukti Jani dalam tausiah subuh Shubuh Berjamaah pada Pelatihan Peningkatan Ko

mpetensi Petugas Bina Rohani RS PKU Muhammadiyah Surabaya di Hotel Ubud Jl Bendungan Sigura-gura Barat No 9 Malang, Ahad (15/9).

Mukti Jani mengatakan, satu hari kemarin sampai hari ini mudah-mudahan Allah masih memberikan kesempatan untuk yang akan datang. “Kita diutus oleh masing-masing rumah sakit untuk menghadiri ini semata-semata kita ingin memperbaiki sebuah kehidupan baru di sebuah rumah sakit,” paparnya.

Dulu, kata dia, sewaktu rumah sakit didirikan itu adalah semata-semata untuk menolong kesengsaraan umum pada 1927 yang diadakan dan dirintis oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pak Kusnadi.

“Itu juga orang dari Jawa Timur. Harapan dari dia adalah bagaimana masyarakat pribumi itu tertolong bukan hanya orang -orang elite saja,” ujarnya.

“Demikian juga Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian. Ternyata di dalam rumah sakit ada kehidupan baru, bahwa di rumah sakit ini ada yang dinamakan karyawan. Karyawan yang terdiri atas dokter, perawat, bidan, dan umum,” katanya.

Menurut dia, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa rumah sakit sebagai alat dakwah. Realitas di lapangan yang menjadi tulang punggung untuk merealisasikan sebagai alat dakwah tersebut adalah bina rohani rumah sakit.

“Ini adalah pekerjaan yang sangat luar biasa, yang dibebankan kepada kita. Kita diminta untuk mengubah mindset cara berpikir dokter. Kita diminta untuk mengubah mindset cara berpikir perawat, mindset bidan, dan lain sebagainya. Yang mana mereka memiliki otoritas yang luar biasa di rumah sakit. Agar dia menjadi bagian sebagai tulang punggung dari dakwah Muhammadiyah,” ujarnya.

Ustadz Mukti, sapaan akrabnya, menyampaikan, kita ingin menginternalisasi. Boleh dikatakan me-landing-kan Al Islam Kemuhammadiyahan sebagai bagian dari kehidupan di rumah sakit tersebut. Mulai pasien datang sampai keluar, kata dia, mereka nanti bisa menjadi puas secara spiritual.

“Ada ayat yang saya ingat yakni ballighu ‘annii walau aayah, bahwa kalau kita ingin semua gerak-gerik kita mulai hati sampai kepada perbuatan yang itu disebut sebagai ibadah kepada Allah. Satu kuncinya bahwa apa yang kita lakukan itu adalah sebagai bagian dari ibadah, yang kita singkat dengan layananku ibadahku. Semua akan merujuk kepada ibadah kita semua,” ucapnya.

“Dasarnya ialah inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil ‘alamin. Tidak ada suatu gerakan pun baik hati, perasaan, atau perbuatan yang lepas dari ayat itu. Inilah bentuk kepasrahan penuh seorang hamba kepada Allah, sedangkan hasil dari bentuk kepasrahan itu adalah taqwa. Maka yang bicara itu adalah Allah. Maka dalam sebuah ayat mengatakan, kalau iman dan taqwa menjadi landasan kita, rezeki akan dibuka. ketika mengalami kekurangan, Allah akan memberi. Kita yakin bahwa sakit, susah itu merupakan anugerah Allah,” pungkasnya. (Habibie/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here