300 Dosen dan Karyawan UMM Ikut Vaksinasi

0
95
Dr Wahyudi MSi, salah seorang dosen UMM, disuntik vaksin. (Rochmatika/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pengajuan vaksinasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang disambut positif. Pada 4-6 Maret lalu, 100 dosen dan karyawan UMM telah melangsungkan vaksinasi tahap pertama dengan. Agenda tersebut dilangsungkan di Universitas Muhammadiyah Malang Medical Centre.

Kepala Bagian Kepegawaian UMM Zakarija Achmat Spsi MSi menjelaskan, sebenarnya pemegang otoritas program vaksinasi adalah pemerintah. Meski begitu, UMM mengajukan vaksinasi untuk dosen dan karyawan melalui jalur Dinas Kesehatan Kota Malang. Ada sekitar 300 vaksin yang sudah diterima, 240 di antaranya telah digunakan pada tiga hari pertama pelaksanaan.

“Mengingat hanya ada 300 vaksin, pimpinan universitas harus mengambil keputusan siapa yang didahulukan,” lanjutnya.

Dia mengatakan bahwa pimpinan universitas didahulukan karena harus mengawal jalannya organisasi. Kemudian dilanjutkan pemberian vaksin kepada pimpinan fakultas serta para staf di bidang 1, 2, 3, dan 4.

“Di samping itu, para staf admin di lingkup fakultas juga didahulukan. Pasalnya, mereka juga memberikan pelayanan langsung kepada mahasiswa. Insya Allah ada 300 vaksin lagi dalam beberapa hari ke depan. Peruntukannya bagi sekretaris prodi, kepala laboratorium, dosen senior, dan juga satpam,” ungkapnya.

Dokter Thontowi Djauhari NS Mkes menambahkan, UMM berinisiatif mengajukan program vaksinasi. Ada dua tahapan dalam memberikan vaksinasi. Jarak antara kedua tahap tersebut sekitar 14 sampai 15 hari. “Sampai saat ini kita belum menemukan efek samping yang  berbahaya. Beberapa merasa mengantuk dan lapar. Ada juga beberapa yang mengeluh pusing,” imbuh ketua Satgas Covid-19 UMM tersebut.

Dokter Rumah Sakit (RS) UMM tersebut juga menyebutkan kendala yang dihadapi. Salah satunya kurang akuratnya informasi yang diperoleh masyarakat sehingga banyak asumsi yang salah terkait vaksinasi. Ia juga berharap vaksinasi yang dilakukan dapat memimalkan penularan Covid-19 di kemudian hari.

Sementara itu, Dr Nurul Zuriah MSi, kepala Divisi Penelitian DPPM UMM, membagikan pengalamannya saat menerima vaksin. Awalnya, para peserta harus melalui proses screening terlebih dahulu sebelum dilakukan vaksinasi.

“Kami ditanya-tanya terkait penyakit komorbid, apakah pernah asma, jantung, atau bahkan paru-paru. Tentu saja saya berharap vaksinasi ini bisa meningkatkan kinerja karena membuat kami merasa aman dan nyaman. Mduah-mudahan penademi bisa segera berlalu,” harapnya. (Rochmatika/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here