32 Mahasiswa PTM Selesaikan KKN Internasional di PCIM Malaysia, Berikut 6 Kilas Baliknya

0
416
Mahasiswa KKN Internasional dari Indonedia ke Malaysia. (Humas/Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia baru-baru ini menjadi tuan rumah program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) 2020 yang berlangsung pada 15 Januari sampai 11 Februari 2020 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada KKN Internasional PCIM yang kedua ini, 32 mahasiswa berhasil menyelesaikan rangkaian tugas-tugas dan aktivitas KKN tersebut. Mereka berasal dari 6 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), yaitu UM Purwokerto, UHAMKA Jakarta, UM Kupang, UM Palu, UM Luwuk, dan UM Sidenreng Rappang.

Komunitas Sasaran KKN Internasional

Menurut Muliadi, ketua panitia KKN Internasional yang juga Ketua Majelis Pendidikan, Seni, dan Olahraga PCIM Malaysia, tujuan dan sasaran KKN ini ada tiga kelompok masyarakat, yakni komunitas Muhammadiyah di Malaysia, komunitas umum WNI di Malaysia, dan komunitas warga Malaysia.

Muliadi menambahkan, ada tiga posko tempat tinggal para peserta KKN di seputar Kuala Lumpur, yaitu di Gombak, Kampung Bharu, dan Pandan.

“Agenda kegiatan KKN selama empat minggu itu dapat disimpulkan dalam enam kategori kegiatan,” ujarnya.

Pertama, pengajaran dan bimbingan. Peserta KKN secara rutin mengajar dan membimbing anak-anak pengajian di beberapa tempat, termasuk di Taman Pengajian Al-Qur’an (TPA) Ranting Kampung Bharu, TPA Ranting Pandan, serta kelas PAUD Aisyiyah di Gombak. Keseluruhan murid berjumlah lebih dari 100 anak pengajian.

Selain itu, para mahasiswa juga sempat datang dan mengajar di Tadika Al-Falahin Gombak serta Sekolah Sri Al-badar di Greenwood Gombak

“Materi yang diajar antara lain membaca AlQur’an, praktik shalat, doa harian, dan juga diselingi lomba-lomba keagamaan, story telling, games, dan lain-lain,” kata Muliadi.

Kedua, penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan ini disasarkan kepada warga Indonesia di Malaysia, baik itu komunitas Muhammadiyah maupun umum. Para mahasiswa memberikan pelatihan kewirausahaan, skill bahasa Inggris, penyuluhan tentang ikan untuk konsumsi, pengenalan kuliner daerah getuk goreng dan soto sukoraja, pelatihan inovasi produk, dan juga penyuluhan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini disambut dengan penuh antusiasme warga di ketiga posko KKN yang ada.

Ketiga, forum ilmu dan dakwah. Beberapa agenda diskusi dan sarasehan diadakan bekerja sama dengan IMM Malaysia. Di antara materi yang disampaikan adalah bedah buku kemuhammadiyahan, topik ekonomi Islam, dan sarasehan kepemudaan.

Selain itu, para peserta KKN mengunjungi puluhan TKI telantar yang sedang ditampung di Selter Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Dengan kerja sama dan dukungan Dr Mokhamad Farid Ma’ruf, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI, mereka dipertemukan dalam sebuah program dialog yang bertujuan untuk memberi gambaran dan pemahaman kepada para mahasiswa tentang problematika TKI di Malaysia.

Pada kesempatan lain, peserta KKN mendapatkan pencerahan tentang perkembangan dan tantangan industri halal di dunia Islam yang disampaikan oleh dosen IIUM Dr Betania Kartika di kampus IIUM Gombak.

Keempat, gotong royong dan bakti sosial. Beberapa aktivitas gotong royong diadakan di setiap posko PCIM/PRIM seperti pembuatan dekorasi Rumah Dakwah, kelas PAUD, dan ruang pengajaran TPA; gotong royong membersihkan Surau Ar-Rehla dan Baitu Darwish; pembuatan kaligrafi Rumah Dakwah; dan juga pembuatan tanaman hidroponik di PRIM Kampung Bharu dan Pandan.

“Selain itu, mahasiswa KKN mendapat kesempatan unik melakukan kerja bakti sosial pembersihan sungai dan surau di Kampung Orang Asli batu 16 Gombak yang dikoordinasi oleh Ustadz Zulfan Haidar,” jelasnya.

Kelima, membantu program Cabang dan Ranting Istimewa Malaysia. Para mahasiswa membantu pelaksanaan beberapa program besar seperti pelaksanaan Jalan Sehat, Tabligh Akbar PCIM Malaysia dan PRIM Klang Lama, dan Pembekalan Pengurus bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir dan Ketua Umum PP Aisyiyah Ibunda Siti Noordjannah Djohantini.

“Dalam hal itu, mahasiswa peserta KKN terlihat sangat bahagia karena berkesempatan bertemu langsung dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Aisyiyah,” paparnya.

Keenam, kunjungan sosial dan kultural. Di sela-sela kegiatan KKN, para peserta menyempatkan berkunjung ke beberapa objek studi dan objek wisata. Di antaranya kunjungan ke kampus IIUM. Di sana mereka bisa bertemu dan berinteraksi dengan mahasiswa antarabangsa disana.

Selain itu, ada kunjungan ke Sekolah Indonesia KL, museum-museum dan masjid, serta objek wisata kultural di KL seperti Batu Caves, Genting Highland, i-City, dan lain-lain.

Mahasiswa KKN Internasional menggelear rapat koordinasi. (Humas/Klikmu.co)

Apresiasi Para Rektor

Mengomentari usainya KKN ini, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Dr Anjar Nugroho SAg MSi menyampaikan apresiasinya. Menurut dia, UM Purwokerto sangat senang bisa bermitra dengan PCIM Malaysia untuk KKN Internasional ini.

“KKN ini memberikan kesempatan unik dan berharga bagi para mahasiswa dalam proses pembelajaran dan pengabdian masyarakat,”  katanya. Dia berharap program KKN ini bisa berlanjut dan semakin baik.

Sementara itu, rektor UHAMKA Prof Dr Gunawan Suryoputro MHum juga menyampaikan apresiasinya dan mengatakan bahwa KKN ke PCIM KL mendapatkan respons yang sangat positif. Menurut dia, mahasiswa mendapat pengalaman internasional dengan belajar kehidupan di negara lain dan tentu belajar beradaptasi dan mencermati hal-hal yang berbeda dengan apa yang dialami di kelas.

Prof Gunawan juga berharap mahasiswa bisa bertukar pengalaman dalam kehidupan nyata. Dia berharap pengalaman tersebut dapat memicu mahasiswa lainnya di UHAMKA untuk ikut KKN Internasional di tahun depan.

Dalam pesan pembubaran panitia KKN, Ketua PCIM Malaysia Dr Sonny Zulhuda menyampaikan terima kasih atas dukungan PP Muhammadiyah, Pimpinan PTM yang ikut serta, dan juga pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.

Sonny berharap program KKN Internasional ini dapat disempurnakan ke depan dengan lebih menyinergikan potensi dan keperluan strategis persyarikatan di Malaysia.

Juga, program ini diharapkan bisa menjadi salah satu ujung tombak internasionalisasi Muhammadiyah yang dicanangkan sebagai agenda abad kedua Persyarikatan sehingga dapat diperluas ke berbagai negara dan melibatkan PCIM-PCIM lainnya. (Tim Media PCIM/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here