4 Hari Songsong Kemenangan: Cermin Diri #41: Simalakama Milenial di Pemilu

0
451
Foto para KPPS diambil sumpahnya diambil dari dokumen pribadi Mushlihin

KLIKMU.CO

Oleh : Mushlihin*

Kiprah kaum milenial di kancah politik makin tampak. Mereka menjadi pertimbangan kuat partai untuk mendulang suara publik. Tak sedikit yang berhasil mendapat kepercayaan untuk berlaga pada pemilihan umum 17 Aprill 2019. Seperti itulah kata koran Jawa Pos.

Menurutku keberanian milenial sebagai capres, cawapres, dan caleg patut dipilih. Dengan mengedepankan akal pikiran dan bertanya para ahli serta sesuai hati nurani. Sebab tidak semua di antara kita punya nyali.

Keberadaan mereka sangat dibutuhkan suatu negara. Untuk mengajak berbuat kebajikan dan mencegah kejahatan yang kian cetar membahana.

Ingat-ingat! Seluruh warga punya kewajiban amar ma’ruf nahi munkar. Jika melihat tindak pidana cegahlah. Cara pertama dan utama yaitu dengan kekuasaan. Baik menjadi presiden, Gubernur, Bupati, Lurah maupun DPR.

Salut juga para milenial yang lolos seleksi. Mulai dari KPU, Bawaslu, KPUD, PPK, PPS, KPPS, sampai saksi. Di tangan mereka pemilu jurdil terpenuhi. Walau masih banyak kekurangan sana-sini yang mesti dilengkapi.

Keren pula bagi pemilih pemula. Yang siap berperan aktif ke TPS. “Tidak memilih alias golput mencerminkan sikap tidak bertanggungjawab. Yang akan membawa kerugian.” Tutur Din Syamsuddin.

Mantap betul milenial yang memanfaatkan momen coblosan untuk berwirausaha. Lalu jual atribut, mamin, dan lain-lain yang tidak terlarang. Daripada mengandalkan uluran tangan. Merengek-rengek belas kasihan. Sabda Rasulullah : “Pendapatan yang paling utama dari seorang adalah hasil usaha sendiri dan jual beli yang mabrur.”(HR. Thabrani).

Namun yang bikin ketar-ketir ialah nyaleg tak kuasa. Ujian nggak lulus. Mangan doyan nyambut gawe bermalas-malasan. Tapi komentarnya membabi buta. Paslon diolok-olok seenaknya. Panitia dicela habis-habisan. Yang beda darinya diumpat. Padahal bisa jadi yang dihina lebih baik dari yang menghina.

Sangat disesalkan jua milenial yang terlibat suap. Money politik (politik uang). Nomer Piro Wani Piro (NPWP). Wong siji satus (jitus). Maksudnya bersedia menggunakan hak politiknya bila dibayar.

Simalakama memang. Artinya kita menghadapi keadaan yang serba salah. Apapun yang dilakukan tetap mendapati kesulitan. Bukan rahasia lagi. Umumnya kalau sudah dapat kursi, biasanya lupa konstituennya. Janji tinggal janji. Gampang diingkari.

Meskipun demikian pemilu ditengarai upaya jitu memilih pemimpin yang bermutu. Pemilu berdaulat negara kuat. Ayo disukseskan!

*PRM Takerharjo Solokuro. Guru SMP Karanggeneng Lamongan. Alumni UIN dan UMM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here