4 Kompetensi yang Harus di Miliki Muballigh Muda Muhammadiyah

0
119
Upgrade: Sholihin Fanani(berdiri) mencharge kapasitas para muballigh muda Muhammadiyah.(Foto:Habibie)

KLIKMU.CO-Sebagai Muballigh Muda Muhammadiyah di era yang serba canggih ini maka wajib memiliki kemampuan diberbagai bidang terutama di bidang ilmu agama. Setidaknya ada 4 kompetensi yang mestinya dimiliki Da’i persyarikatan ini.

Dr Sholihin Fanani, M.PSDM.Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur (Jatim) menuturkan hal tersebut dalam pelatihan Muballigh Muda Muhammadiyah Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya di Hotel New Start Jl Raya Trawas Dusun Slepi Desa Ketapen Rame Trawas Mojokerto, Sabtu (28/4) lalu.

Sholihin menjelaskan, seorang Muballigh harus memiliki 4 kempetensi. _Pertama,_ Menguasai Ilmu Agama. Kompetensi yang harus dikuasai sebagai seorang muballigh adalah menguasai ilmu agama. Misalnya, bisa baca kitab gundul, hafalan Alqurannya banyak, hafalan haditsnya banyak, bacaan Alquran juga bagus.

Kedua, menguasai manegemen. Sebagai Zu’ama’, dalam arti, pemimpin agama itu harus mampu mengatur, menata, menjadi teladan, cara berpikirnya menjadi panutan, positif, tidak boleh mikir yang jelek-jelek.

Lebih lanut kata Sholihin, yang ketiga, sebagai orang aghniya’. Disebut kaya itu bukan yang hanya punya harta banyak tapi orang yang suka memberi. Kalaupun ada orang merasa kaya tapi medit, itu bukan orang kaya.

“Keempat, seorang Da’i juga harus pintar mencairkan suasana, sesekali jadi palawak. Meski tetap dalam koridor dan tidak mengurangi subtansi. Dalam artian, lanjut Sholihin, menyampaikan materi dengan indah, penampilannya menarik, menyampaikan dengan suara yang indah, jelas, tegas dan menghibur.

Bagi Mantan Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang ini, syarat yang lain sebagai muballigh adalah memiliki keyakinan bahwa Allahlah yang menyeruhkan dakwah, sehingga tidak ada keraguan dalam hatinya.

“Keyakinan bahwa muballigh itu akan ditolong Allah karena kita menolong agama Allah, hidup kita akan dijaga Allah. Keyakinan bahwa kita akan dibalas oleh Allah, Muballigh hidupnya mulia dikenal banyak orang, hidupnya diawasi Allah sehingga selalu beramal shalih,” tandasnya dengan mnyatakan jika akan berbuat salah hendaknya mubaligh harus mikir dua kali, muballigh kok perilakunya bejat.

Apalagi, lanjutnya malas shalat, dan jarang shalat tahajjud, tidak mau mengaji. Mestinya apa yang diucapkan sesuai dengan laku perbuatannya. Sebab, jika tidak akan ditanyakan dan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah. (Habibie/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here