4 Kunci Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia Semakin Eksis

0
285
Istimewa: Sonny Zulhuda memberikan paparannya pada acara Tabligh Akbar Keluarga Besar Muhammadiyah Malaysia.(Foto: Spesial)

KLIKMU.CO-Tantangan menjadi Warga Persyarikatan Muhammadiyah memang tidak gampang. Sebab dengan kemajuan zaman yang sedemikian pesat, bukan tidak mustahil ketertarikan masyarakat justru lebih banyak pada sesuatu yang bersifat praktis. Tantangan itu belum lagi jika dalam posisi yang jauh dari Tanah Air.

Menghadapi hal tersebut, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, Sonny Zulhuda memberikan paparannya pada acara Tabligh Akbar Keluarga Besar Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) dan Pimpinan Ranting Istimewa ‘Aisyiyah (PRIA) Malaysia di Hotel Regency International Kuala Lumpur Malaysia, Selasa (1/5).

Menurutnya Muhammadiyah di luar negeri, khususnya Malaysia, tetap bisa maju dan berkembang melalui beberapa indikator. Pria yang juga Dosen International Islamic University Malaysia (IIUM) itu menambahkan, ada empat ukuran kemajuan yang selama ini telah dicapai oleh PCIM Malaysia. Antara lain, infrastruktur, struktur, konten, dan nilai.

“(Kalau soal infrastruktur) Hal ini dibuktikan dengan jumlah ranting yang terus bertambah,” katanya.

Ia menambahkan, di samping itu juga karena Warga Muhammadiyah Malaysia all-out dalam memperjuangkan Muhammadiyah.

“(Tentang struktur) Soliditas jajaran seluruh pengurus Muhammadiyah maupun Aisyiyah. Ini penting. Dan, kita lihat, perjuangan seluruh warga Muhammadiyah Malaysia ini luar biasa. Mulai dari korban tenaga hingga biaya,” ucapnya.

Di samping itu, menurutnya, konten yang bagus juga turut andil dalam merekatkan jamaah Warga Muhammadiyah Malaysia.

“Dulu, pengajian di Muhammadiyah Malaysia hanya diikuti lima atau enam orang. Tapi (karena muatan dakwah yang bagus) sekarang, jumlah peserta pengajian kita membeludak,” tukasnya.

Yang terakhir dan tak kalah penting menurut Sonny ialah nilai. Sebab dengan itu Warga Muhammadiyah dapat mengenali jati diri Muhammadiyah.

“Nilai. Ini penting sekali. Dan, wawasan nilai dalam Muhammadiyah itu ada tiga. Yaitu nilai kemuhammadiyahan, nilai ukhuwah, dan nilai kemanusiaan. Kita boleh dari Lamongan atau Tuban, tapi begitu di Malaysia wawasan kita harus lebih luas. Kita adalah mubalig antara bangsa,” ucap Sonny. (Husnaini /Frd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here