5 Doktrin Kader Persyarikatan Muhammadiyah

0
3495
H.Sukadiano membakar semangat para jamaah pengajian pencerah.(foto:habibie)

KLIKMU.CO – Muhammadiyah itu eksestensinya tergantung dari amal Usaha yang ada disekitar persyarikatan

Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr dr Sukadiono MM dalam kajian Ahad pagi “Pencerah” Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya di Auditorium Lt 13 At-Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya Jl Sutorejo 59 Surabaya Ahad (25/02).

Dalam tausiyahnya, Pak Suko, begitu sapaan akrabnya menyampaikan, sebagai pimpinan amal usaha harus memiliki kewajiban untuk memberikan kontribusi kepada persyarikatan Muhammadiyah.

Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ini menandaskan, setiap elemen hendaknya harus bersinergi karena itu aplikasi dari doktrin perjuangan Muhammadiyah.

“Doktrin tersebut adalah doktrin tauhid, doktrin menggerakkan kecerdasan, doktrin memobilisasi amal usaha, doktrin ta’awanuu ‘alalbirri wattaqwa dan doktrin menjauhi politik praktis,” tukas pria kelahiran Jombang ini.

Masih menurut Dr Suko, kalau kita brakdown doktrin dari ta’awanuu ‘alalbirri wattaqwa dalam konteks perjuangan Muhammadiyah, itu yang pertama adalah aspek kerjasama internal Muhammadiyah. Kedua, hubungan kerjasama Muhammadiyah dengan ormas lainnya.

Ketiga, kata Suko, konteks Muhammadiyah bersinergi dengan umat diluar Islam. Selanjutnya, keempat bentuk kerjasama antara Muhammadiyah dengan pemerintah.

“Nah interpretasi dari point pertama tadi bentuj kerjasama di lingkup internal Muhammadiyah. Makanya kami terus bersinergi dengan Pimipinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya”. tambah orang nomer satu di UM Surabaya ini.

Di penghujung tausiyahnya Dr Suko berpesan, ketika Amal Usaha bisa berkontribusi besar terhadap persyarikatan maka dijamin amal usaha itu semakin menjadi besar.

“KBIH ini ada dibawah persyarikatan Muhammadiyah, ojok aneh-aneh, jangan coba-coba membuat usaha yang hanya menguntungkan dirinya sendiri atau muncul keinginan untuk mengambil keuntungan pribadi, oleh karena itu tetap lurus berada dijalur persyarikatan,” pungkasnya (habibie/kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here