Abdul Halim, Mahasiswa Difabel UM Surabaya yang Sukses Jadi Sarjana Hukum

0
244
Abdul Halim (tengah) bersama Rektor UM Surabaya Dr dr Sukadiono MM (kiri). (Portal Surabaya)

KLIKMU.CO – Pada pergelaran Wisuda Ke-46 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) secara luring dan daring, ada satu lulusan yang mencuri perhatian. Dia adalah Abdul Halim, lulusan fakultas hukum.

Ya, pria asal Sumenep, Madura, ini dinobatkan sebagai lulusan terinspiratif pada periode wisuda semester genap 2020-2021 karena merupakan penyandang tunadaksa. Halim mengalami keterbatasan fisik, khususnya pada kakinya.

Halim merupakan mahasiswa penerima beasiswa difabel pertama UMSurabaya yang digulirkan sejak 2016. “Melalui beasiswa difabel yang kami gulirkan, kami berharap agar akses perkuliahan di UM Surabaya dapat dirasakan oleh semua orang, tak terkecuali bagi kelompok disabilitas,” kata Rektor UMM Dr dr Sukadiono MM dalam penyataan tertulis dikutip dari Portalsurabaya.com.

Apa yang membuat Halim bisa melangkah sejauh ini. Dalam unggahan di Instagram resmi UM Surabaya, Halim mengaku sempat mengalami pergolakan batin luar biasa ketika awal-awal kuliah.

“Awalnya saya nggak betah, Mas. Sampai nangis juga. Kepikiran ibu di rumah,” katanya.

Dia pun menceritakan awalnya diajak rekan yang pernah kuliah di UM Surabaya. Sebelumnya dia juga sempat daftar kuliah di sebuah universitas di Madura. Namun, karena kendala biaya, akhirnya diurungkat niat itu.

Halim pun dengan mantap memilih menyeberang ke Surabaya karena ditawari beasiswa penuh oleh kampus ini. “Selama kuliah S-1 alhamdulillah nggak bayar dan banyak pengalaman juga tentang Kota Surabaya. Awalnya kan nggak ngerti, Cuma angan-angan,” ujarnya.

Bagaimana reaksi teman-teman di kampus, khususnya teman sekelasnya? Halum mengaku awalnya mereka canggung. Tapi, lama-lama setelah kenalan dapat berinteraksi dengan baik bersama mereka. “Mereka juga seneng sama saya,” katanya.

Tak hanya kuliah, Halim juga mengikuti organisasi di kampus. Bahkan, aksi pun pernah dia ikuti. “Awalnya ikut aksi semester II. Diajak teman di organisasi IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Red).

“Ikut organisasi kan memang harus peka terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat, Mas. Makanya untuk menyampaikan aspirasi salah satunya turun ke jalan,” paparnya mengenai aksi yang senantiasa diikutinya.

Halim akan menjalani usaha setelah lulus ini. “Nanti pas usaha lancar, lanjutin kuliah, terus bisa jadi advokat,” ujarnya.

Halim pun meminta semua orang, terutama yang benasib sama dengannya, untuk tidak pernah menyerah terhadap keadaan. “Meskipun keadaan tidak memungkinkan, kalau ada niat dan tekad, insya Allah bismillah pasti bisa,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here