Abdul Mu’thi: Persyarikatan Tidak Bergerak, Sama saja Organisasi Papan Nama

0
736

KLIKMU.CO – Aktualisasi gerakan Muhammadiyah adalah dakwah. Kelahiran Organisasi yang didirikan K. H. Ahmad Dahlan ini bersumber dari Alquran sebagai ajaran utama agama Islam. Tatkala bicara Persyarikatan, selalu ditautkan dengan QS. Ali Imron :104.

Kehadiran Muhammadiyah merupakan jawaban Alquran untuk bagaimana menyelesaikan berbagai macam persoalan masyarakat di waktu itu.

“Muhammadiyah senantiasa sesuai dengan Alquran. Ingin mewujudkan masyarakat Islam sebenarnya-benarnya,” tutur Dr. Andul Mu’thi, M.Ed Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat Rapat Pleno Diperluas Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Satu Hati, Sejuta Aksi Menuju Sukses Jihad Politik, di The Millenium Building SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Sabtu (11/8) malam

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu menjelaskan, dakwah dalam arti luas yaitu menyeruh, mengajak, mengundang.

Dengan demikian, jika menggunakan pendekatan semiotika bahasa, disana ada tiga kata kunci sebagai gerakan dakwah Muhammadiyah. Pertama, adalah ummah comunity. berhimpun. Kedua, adalah mengajak kepada kebaikan, yad’uuna ila alkhoir, memerintahkan kepada yang ma’ruf, ya’muruuna bi al-ma’ruf dan melarang dari yang mukar, yanhauna ani al-munkar, QS. Ali Imron:110. Ketiga mengeluarkan dari kegelapan itu, menyerahkan.

Comunity, jelas Mu’thi tidak sekedar jamaah, melainkan punya ikatan yang kuat bergerak bersama untuk mencapai tujuan yang sama yakni mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Hal ini beda konteks crowd, atau kerumunan. Dalam satu kerumunan, bisa jadi masing-masing pribadi memiliki perbedaan visi dan tujuan.

“Karena itu ummah, mempunyai tujuan sama dan diwujudkan bersama-sama,” kata Mu’thi inilah perbedaan definisi antara Organisasi dan sebuah kerumunan.

Pria kelahiran Kudus ini dalam pemaparannya juga menyampaikan bahwa dakwah terbagi menjadi dua, yakni dakwah bersifat struktural dan kultural. Atau oleh oleh Kuntowijoyo disebut sebagai mobilitias sosial.

Oleh sebab itu,Muhammadiyah dalam ranah gerakannya merupakan organize movement. Artinya, sebuah gerakan yang terorganisasi. Sebab, kenyataan di lapangan ada juga organisasi yang tidak merepresentasikan sebagai gerakan.

“Maka, jika ada organisasi tidak bergerak, tak ubahnya sebagai organisasi plakat nama,” ungkapnya.

Karena itu, dalam konteks sebagai gerakan maka Muhammadiyah tidak boleh begerak sendiri-sendiri. Karena sesungguhnya perpecahan merupakan kebinasaan dan al jama’ah (persatuan) merupakan keselamatan.

Dalam kaitan ini, Muhammadiyah dalam berdakwah penting melalui struktural dan kultural.

Hadir dalam kesempatan itu Ir. Tamhid Masyhudi, MM. Sekretaris PWM Jawa Timur, Dr. Biyanto, M.Ag Wakil Sekretaris PWM Jatim, Dr.Mahsun Jayadi, M.Ag Ketua PDM Kota Surabaya beserta jajarannya. Hadir pula, Ketua PC Muhammadiyah Se-Surabaya, Ketua ortom tingkat Daerah dan PCA Se-Surabaya. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here