Abdul Mu’ti: Angkat Kapolri Terbaik agar Keamanan Semakin Baik

0
342
Foto pribadi

KLIKMU.CO – Sekretaris Umum  (Sekum) PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd turut mengomentari pemilihan kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pengganti Idham Azis yang bakal pensiun. Menurut Abdul Mu’ti,  undang-undang memberikan wewenang penuh kepada presiden untuk mengangkat Kapolri.

Abdul Mu’ti menambahkan, masyarakat tentu boleh berpendapat sesuai dengan apa yang diketahuinya. Meski begitu, sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, pengangkatan dan pemberhentian Kapolri sepenuhnya menjadi wewenang presiden setelah mendapatkan persetujuan dari DPR.

“Dalam alam demokrasi, masyarakat boleh saja menyampaikan pendapat, meskipun itu sama sekali tidak mengikat,” ujar Mu’ti dalam cuitannya di akun Twitter @AbeMukti, Sabtu lalu (16/1/2021).

Karena itu, kata Mu’ti, Muhammadiyah mempersilakan Presiden Jokowi untuk memilih Kapolri yang menurutnya terbaik. “Mangga Pak Presiden, angkat Kapolri yang terbaik agar keamanan membaik,” tegas tokoh kelahiran Kudus tersebut.

Diberitakan, Presiden Jokowi telah menyerahkan nama Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR, Rabu lalu (13/1/2021). Komjen Listyo saat ini menjabat kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

Rangkaian uji kepatutan dan kelayakan sudah dimulai hari ini. DPR meminta calon Kapolri membuat makalah. Kemudian, fit and proper test calon Kapolri mulai dilakukan Rabu besok (20/1/2021).

Komisi III DPR yang membidangi hukum masih terus melakukan pendalaman tentang sosok calon tunggal Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo. Mereka telah mengadakan rapat dengan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

“Kami mengundang Kompolnas untuk bertanya tentang mekanisme pengajuan nama calon Kapolri. Kami tanyakan rekam jejak dan kinerja Pak Sigit selama ini sebagai perwira Polri,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni seusai rapat, dikutip dari Jawa Pos.

Sementara itu, Kompolnas membeberkan sejumlah tantangan yang dihadapi Kapolri ke depan. Pertama, soal tantangan internal. Kapolri yang baru harus menjaga soliditas internal sehingga Polri bisa bekerja dengan baik. Sementara tantangan eksternal masih terkait dengan pandemi Covid-19 dan Revolusi Industri 4.0.

“Kejahatan sudah menggunakan teknologi sehingga Polri harus terus meningkatkan sumber daya manusia,” Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto. (AS)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here