Abdul Mu’ti Dilantik sebagai Ketua BSNP Tahun 2019-2023

0
1326
Abdul Mu'ti (dua dari kanan, depan) bersama jajaran pengurus BSNP setelah dilantik di Jakarta.

KLIKMU.CO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. melantik Abdul Mu’ti sebagai ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Tahun 2019-2023 di Grha Utama, kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Rabu (10/7/2019). Total anggota BSNP tahun 2019-2023 yang dilantik Mendikbud adalah sebagai berikut.
1. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
2. Prof. Dr. Ali Saukah, M.A.
3. Drs. Arifin Djunaedi, M.M.
4. Prof. Dr. Bambang Setiaji
5. Doni Koesoema A., M.Ed.
6. Hamid Muhammad, Ph.D.
7. Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes.
8. Romo E. Baskoro Poedjinoegroho, S.J.
9. Prof. Suyanto, Ph.D.
10. Prof. Dr. Waras Kamdi
11. Bambang Suryadi, Ph.D.
12. Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc.
13. Prof. Dr. Imam Tholkhah, M.A.
14. Dr. Saur Panjaitan XIII, M.M.

Kepada para anggota BSNP, Mendikbud berpesan agar dapat meningkatkan kerja sama, baik antaranggota maupun dengan berbagai mitra.

Abdul Mu’ti yang juga sekretaris umum PP Muhammadiyah menyatakan bahwa di tahap awal, BSNP sebagai pembuat standar nasional pendidikan (SNP) akan lebih banyak melakukan koordinasi. Baik ke dalam dengan para anggota maupun koordinasi dengan para mitra, seperti dengan Badan Akreditasi Nasional (BAN) dan direktorat pengelola pendidikan di berbagai kementerian.

“Saya kira pada tahap awal ini kita lebih banyak mendengarkan masukan dari mitra. Terutama yang terkait dengan arah kebijakan BSNP yang akan datang,” ujar Abdul Mu’ti.

Salah satu isu yang akan dibahas adalah kemungkinan penyesuaian standar dengan memperhatikan peta pendidikan nasional secara menyeluruh serta aspirasi dari daerah. “Mungkin juga dengan school based management dan dengan otonomi daerah, kita coba kaji kemungkinan-kemungkinan untuk menyusun standar yang mempertimbangkan kekhasan daerah dan kemungkinan mendekatkan pendidikan ini dengan masyarakat setempat,” jelas pria asal Kudus, Jawa Tengah, itu.

“Perlu melihat akreditasi, hasil ujian nasional, dan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan mutu pendidikan,” imbuh dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Selain itu, ada tokoh Muhammadiyah lainnya yang juga dilantik, yaitu Prof. Dr. Bambang Setiaji, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yang saat ini menjadi rektor Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Ada pula Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes. yang menjadi dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. (Achmadsan)

Sumber SIARAN PERS
Nomor: 225/Sipres/A5.3/HM/VII/2019, Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here