Abdul Mu’ti: Kelompok Kriminal Bersenjata Lebih Pantas Disebut Teroris

0
233
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti. (Okezone)

KLIKMU.CO – Insiden tewasnya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Papua TNI I Gusti Putu Danny Nugraha di tangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) mendapat atensi dari Prof Abdul Mu’ti. Sekretaris umum PP Muhammadiyah itu mengatakan bahwa kelompok tersebut sangat pantas disebut teroris.

“Istilah teroris lebih tepat daripada KKB,” tegas Abdul Mu’ti, Selasa (27/4/2021).

Apa yang mereka lakukan selama ini, lanjut Mu’ti, sangat meresahkan masyarakat. Tujuan mereka juga jelas ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ingin mendirikan negara sendiri.

“Sesuai dengan UU Terorisme, apa yang dilakukan KKB sudah dapat dikategorikan sebagai terorisme,” kata tokoh asal Kudus tersebut.

Dengan insiden tersebut, dia juga menyatakan penyebutan KKB sebagai teroris juga menunjukkan bahwa teroris dan terorisme tidak hanya terkait dengan agama tertentu seperti yang selama ini dipersepsikan oleh masyarakat, khususnya kepada agama Islam.

Insiden berdarah yang menewaskan prajurit itu disikapi keras oleh BIN. Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto juga menyebut KKB sebagai kelompok separatis dan teroris (KST). “I Gusti Putu Danny Nugraha Danny merupakan korban aksi keji kelompok itu,” tegas Wawan.

Kabinda Papua gugur akibat terkena tembakan di bagian kepala. Kronologinya, Ahad (25/4/2021) Kabinda sedang meninjau lokasi pembakaran yang dilakukan KKB di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Dia melakukan observasi setelah aksi KKB di Distrik Beoga. Penembakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIT. ”KST Papua menghadang dan menyerang rombongan Kabinda (kepala BIN daerah, Red),” kata Wawan, Senin (26/4).

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri menyampaikan, saat ini anggotanya masih mengejar pelaku penembakan tersebut. Menurut Mathius, status Beoga memang belum sepenuhnya kondusif usai rentetan peristiwa yang terjadi di daerah tersebut.

”Status Beoga masih siaga, belum aman. Kami tetap melakukan langkah-langkah pemulihan dengan penindakan hukum di sana,” ujarnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here