Ada Apa dengan Visi dan Misi?

0
91
Ilustrasi diambil dari ipastor

KLIKMU.CO

Oleh Bobi Puji Purwanto, S.Pd.*)

Salah satu aktivitas harian yang membuat saya gemetar terpesona adalah semakin banyak berinteraksi kepada orang lain. Dan bahasa interaksi itu ialah diskusi. Tepat sekali, diskusi. Anda juga terpesona dengan aktivitas itu? Ya saya berharap lebih. Bagi saya, setiap kali kita berjumpa dengan orang, lalu terjadi semacam obrolan, nyaman satu sama lain, berbagi ini dan itu, maka itu diskusi. Dan kita manfaatkan dengan baik waktu kita.

Beberapa waktu lalu, saya mendapat undangan dari sahabat untuk mengikuti acara silaturrahim. Nah, saya baca perlahan-lahan itu undangan. Apa isinya? Antara lain adalah ajakan diskusi bersama. Kemudian, saya respon insya Allah. Dan akhirnya, saya hadir bersama istri saya ke acara itu. Menyenangkan banget. Semoga semakin banyak lagi undangan-undangan diskusi yang datang kepada kita. Bukankah menuntut ilmu itu tak ada batasnya?

Baiklah. Acara tersebut dimulai. Para undangan terutama senior-senior mendapat giliran awal menyampaikan pesan kepada para undangan lain. Masya Allah, kata tiap kata mereka terucap begitu renyah dan mengandung ilmu yang tajam. Menyenangkan. Tapi ada sedikit kritik. Apa ya? Ada salah satu kalimat senior berpengalaman yang saya kurang tertarik. Kalimatnya begini, “kalau jadi karyawan ya karyawan aja terus”. Nah, apa maksudnya? Saya berpikir, mungkin nanti dijelaskan. Saya tunggu beberapa menit, ternyata tidak dijelaskan. Mungkin lupa atau apa gitu.

Tiba giliran saya berbicara. Saya menyampaikam bahwa, saya terus terang tidak tertarik dengan kalimat itu. Banyak orang sukses yang awalnya menjadi karyawan dulu. Misalkan, pendiri Honda, Soiciro Honda. Honda juga pernah jadi karyawan. Dan kita saksikan, dia sekarang menjadi sukses. Ada lagi, Sandiaga Uno, trainer muda berpengalaman Ippo Santoso juga pernah. Dan masih banyak lagi. Artinya, mereka semua melakukan sebuah tahapan. Dan tahapan itu mereka landasi dengan niat, visi dan misi yang besar serta terukur.

Jelas, salah satu pembelajaran pentingnya adalah adanya kekutan visi dan misi. Jika kita punya itu, maka, dari karyawan bisa menjadi yang lebih tinggi, bahkan bisa jadi founder.

Lalu, apa yang menarik dari sebuah visi dan misi itu? Visi adalah tujuan kita mau kemana. Dan misi merupakan bagian dari visi. Artinya, misi adalah langkah strategis untuk kita bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Ibarat kata, dalam bermusik, menciptakan lagu yang indah adalah visi dan membuat liriknya adalah misi.

Banyak para pakar manajemen berasumsi, bahwa orang, baik personal maupun organisasi, akan sangat susah bergerak dan berkembang karena mereka tak punya visi dan misi. Bagaimana mungkin, kapal bisa berlabuh, jika kapal tersebut tidak punya tujuan ke tempat pelabuhan mana. Betul tidak? Yang terjadi justru akan berputar-putar saja di tengah-tengah laut.

Sebagaimana pernah disampaikan Antoni Robins. Seorang motivator dunia yang terkenal itu. Begini. Orang itu akan bergerak maju, karena 2 hal. Pertama, ada stimulus. Kedua, menghindari rasa sakit. Stimulus yang dimaksud ialah tujuan. Orang akan terangsang agar supaya bergerak, karena ia punya tujuan.

Oleh sebab itu, berposisi apapunlah kita dalam sebuah pekerjaan, tak masalah. Yang jelas, kita harus memiliki visi dan misi diantaranya. Jika kita tak begitu, maka itu yang menjadi masalah. Dan kita tak perlu kawatir, dalam buku the portable MBA seri Manajemen karya Allan R. Cohen menuliskan, bahwa visi itu terdapat kemungkinan besar tercapai. Artinya, buatlah visi sebaik-baiknya. Selanjutnya, mari kita kerjakan dengan sebuah tahapan yang brilian. Tentu dengan cara-cara yang baik dan benar.

Insya Allah, kita akan menemukan betapa besarnya kekuatan dari pada visi dan misi tersebut. Jadi, jangan pernah kita meremehkan sebuah visi dan misi. Ketika membuat, kita harus berhati-hati. Kita pertimbangkan segala sisinya. Ya, visi yang SMART (spesifik, measurable, achieavable, rasional, time). Semoga bermanfaat. [*]

Bobi Puji Purwanto, S.Pd. Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PC Pemuda Muhammadiyah Wonokromo, Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here