Ada Tarzan yang Nyantri di Panti Asuhan dan Pesantren Muhammadiyah Ini

0
477
Foto Ustadzah Etty Sunanti bersama Bilal Bin Arrobah diambil oleh anmar

KLIKMU.CO – Senin (31/12) Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir ada kegiatan yang beda dari hari biasanya, yakni kegiatan muhasabah akhir tahun masehi 2018 menyongsong 2019.

Kegiatan muhasabah yang dikemas dalam bentuk parenting ini menghadirkan narahubung Ustadzah Etty Sunanti Pemilik Biro Jodoh Islami Etty Sunanti serta Pengurus Aisyiah Wilayah Jawa Timur bidang Ekonomi

Anmar Baihaqi Kepala Panti Asuhan dan Pesantren Muhammadiyah Semampir kepada KLIKMU.CO bertutur

“Kegiatan ini kami buat untuk mengetahui dan memetakan kemampuan dan kelemahan pada tiap tiap anak, agar para pengasuh bisa menentukan sikap soal mendidik anak, karena setiap anak memiliki potensi dan kreatifitas yang unik”, tukasnya

Lebih lanjut mas Anmar (sapaan akrabnya,red) menambahkan

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang mendukung kegiatan ini sehingga bisa terlaksana, karena pada tahun ini, panti kami memiliki anak asuh yang istimewa, yang kami terima dari warga Donggala Sulawesi, karena menurut warga, anak ini sebatang kara tidak memilki siapapun karena ketika ditemukan masih berusia 3 tahun didalam Goa di hutan, ketika masuk ke panti ini sudah berusia 10 tahun yang beberapa waktu yang lalu diantar oleh perangkat desa dari donggala kami menuju surabaya, ketika di panti pun kami kesulitan memanggil nya karena  oleh warga ssekitar sang anak ini sejak kecil diberi nama tarzan, karena ditemukan di hutan, maka sesuai kesepakatan bersama sang anak maka kita beri nama  yang lebih layak yakni Bilal bin Arrobah”, ujar mas anmar penuh bangga

Foto bilal bin arrobah ketika kecil setelah ditemukan warga sekitar diambil dari dokumen warga desa Batusuya Kecamatan Donggala kabupaten Donggala

Dalam kesempatan tersebut Etty Sunanti menyampaikan materinya

” Alhamdulillah hari ini bersama anak anak Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir Surabaya, yang luar biasa, hari ini kita bersama sama belajar  untuk membedah dan mencari tahu apa kelebihan, kekuatan dab kekurangan kita?, Kemudian memberikan solusi untuk kehidupan yang lebih baik dan menyenangkan, khususnya bagi anak-anak yang terlahir dengan keadaan yang tidak beruntung. Bahkan beberapa anak dari Donggala Palu itu, membuat saya trenyuh”, tukasnya

“Bahkan ada salah satu dari mereka di temukan masyarakat di Goa Hutan Donggala Sulawesi, ketika berusia 3 tahun, tidak punya ayah, tidak punya ibu, tidak punya saudara. Hidup sebatang kara, dan alangkah mulianya, Panti Asuhan dan Pesantren Muhammadiyah Semampir Surabaya, mau menerimanya dan memberikan kasih sayang sepenuh hati”,pungkasnya penuh harap.(Ferry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here