Agar Menarik, Masjid Sebaiknya Diberi Password “Ingat Ibadah, Awas Mati Muda”

0
228
Timur Novi Amirul Fatah MPdI saat mengisi materi dalam Rapat Kerja Daerah Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya. (Habibie/Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – “Ada pergeseran budaya yang dilakukan oleh generasi muda. Saat ini sebagian di antara mereka lebih senang di warung kopi daripada di Masjid,” kata Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur Novi Amirul Fatah MPdI saat mengisi materi dalam Rapat Kerja Daerah Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya di Millennium Building SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya Jl Pucang Anom No. 93 Surabaya, Ahad (8/3/2020).

Novi Amirul Fatah menyampaikan, di dalam haluan negara itu ada Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Sementara itu, di Pemuda Muhammadiyah ada garis besar haluan gerakan (GBHG). “Tujuannya apa, sebagai acuan kita di dalam berorganisasi,” katanya.

“Acuan yang pertama itu adalah agama. Artinya, ketika agama ini Pemuda Muhammadiyah sudah selesai, tidak perlu dipertanyakan lagi keesaan Allah. Kedua itu ekonomi. Ekonomi seharusnya kita Pemuda Muhammadiyah yang memegang,” ujarnya.

Ketiga, sambung dia, ada unsur politik. Jadi, kalau ada Pemuda Muhammadiyah berpolitik itu memang bagian dari Pemuda Muhammadiyah. Keempat, budaya. Bagaimana budaya Surabaya ini? Dia melihat setiap hari mulai dari selesai magrib sampai dini hari masih asyik di warung kopi.

“Budaya ini, kemarin saya di Mojokerto. Ternyata di warkop itu tidak lagi hanya ngopi, tetapi dijadikan transaksi narkoba. Mungkin teman-teman pemuda ini sekarang bergerak bagaimana masjid-masjid kita ini dikasih wifi, biar mereka fokusnya di masjid. Tapi sekarang rata-rata masjid ini serem, habis isya dikunci semua,” candanya.

Menurut Novi, masjid sebaiknya diberi password “Ingat ibadah, awas mati muda”. Begitu azan, dia ingat kata-kata itu. “Pimpinan daerah dan takmir bekerja sama bagaimana mengusahakan agar pemuda itu betah di masjid, tidak ke mana-mana. Ini semuanya untuk menjaga harkat dan martabat kita sebagai manusia sesuai dengan apa yang diabadikan oleh Allah di surat At-Tin,” ucapnya.

“Dalam surat At Tin itu ada empat hal bahwa kita disuruh menyaksikan sumpahnya Allah,” tegasnya. “Wattini wazzaitun, demi buah tin dan buah zaitun. Watuuri siiniin, gunung zinai. Wahaadal baladil amin, dan kota mekkah yang damai,” terangnya.

Ini disuruh menyaksikan, menyaksikan apa? menyaksikan sumpahnya Allah.

Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim. Sungguh kata Allah, telah aku ciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik yang sebaik-baiknya.

“Artinya apa?” tanya dia. Untuk menjaga harkat dan martabat kita sebagai manusia, sebagai insan terbaik, makhluk yang terbaik. Oleh karena itu, kita harus beraktivitas dengan baik. “Di dalam rapat kerja daerah ini mari kita bagaimana di dalam program kerja itu lebih pada kemaslahatan umat karena kita krisis akhlak,” tutur guru SMP Muhammadiyah 9 itu. (Habibie/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here