Agar Segala Hubungan Tak Putus, Akidah Jangan Sampai Tergadaikan

0
168

KLIKMU.CO – Pangkat terputus, kekayaan terputus, hubungan suami istri terputus, hubungan orang tua dengan anak terputus. Oleh karena itu, kita kuatkan hubungan dengan Allah. Jangan sampai tergadaikan, apalagi akidah kita terjual untuk kepentingan-kepentingan dunia.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Ustadz Muhammad Arifin SAg MAg dalam tausiah Shalat Idul Adha di depan PT USFI sisi selatan Takmir Masjid Remaja PRM Tanah Kali Kedinding Kenjeran, Surabaya, Jumat (31/7/2020).

Muhammad Arifin menyampaikan bahwa pagi itu semua bisa hadir di tempat ini untuk menjalankan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu melaksanakan shalat Idul Adha secara berjamaah.

“Allah Subhaanahuu Wata’ala menyampaikan dalam firmannya, Waman yattaqillaaha yaj’al lahuu makhrajaa. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, mencintai Allah melebihi cintanya kepada dunia dan isinya, maka Allah akan memberikan jalan keluar atas segala permasalahan hidupnya,” katanya.

Menurut dia, manusia harus bisa mencontoh Nabi Ibrahim. “Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam yang pada waktu itu penguasanya masih menyembah berhala, masyarakatnya tidak mengenal Tuhan yang sebenarnya, maka Nabi Ibrahim berusaha mencari Tuhan. Dengan akalnya dia berpikir, dengan matanya dia melihat, dengan telinganya dia mendengar, maka kemudian dia berusaha untuk mencari Tuhan,” ujar Wakil Ketua PCM Kenjeran itu.

“Nabi Ibrahim sama sekali tidak yakin bahwa Tuhan yang disembah oleh masyarakat pada waktu itu, karena pada saat itu masyarakat menyembah patung yang dibuat oleh ayahnya Nabi Ibrahim sendiri, masyarakat pada waktu menganggap patung itu adalah Tuhan,” kata dia.

Untuk menemukan Tuhan, lanjutnya, ketika malam Nabi Ibrahim merenung, di waktu hujan dan diwaktu panas pun merenung. Akhirnya atas petunjuk Allah maka Nabi Ibrahim ditunjukkan Tuhan yang sebenarnya bahwa Tuhan itu yang menjadikan alam semesta yang menjalankan bintang dan semua apa yang ada di sekelilingnya.

“Pada awalnya Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam ketika melihat matahari terbit dari timur dan terbenam di barat, itu dianggap Tuhan karena matahari bisa menerangi seluruh alam, begitu juga ketika melihat bulan karena bulan bisa menerangi di malam hari juga dianggap Tuhan. Maka Nabi Ibrahim berpikir, kenapa matahari dan bulan tenggelam, pasti ada yang menciptakannya.

“Maka, saat itu Nabi Ibrahim yakin bahwa Allah Tuhannya, dengan keyakinannya. Maka, dia harus berhadapan dengan penguasa dan menentang kepada penguasa bahwa Tuhan yang disembah itu bukan Tuhan, melainkan hanya berhala-berhala saja,” jelasnya.

“Karena cintanya kepada Allah di atas segala cintanya kepada apapun dan siapapun, maka Nabi Ibrahim berusaha untuk memperjuangkan keyakinannya. Maka kemudian yang diterima oleh Nabi Ibrahim adalah hukuman mati dengan dibakar, maka Nabi Ibrahim dibakar. Karena pertolongan Allah, karena janji Allah nyata terhadap orang bertaqwa maka Nabi Ibrahim selamat. Nabi Ibrahim selamat dari api yang menyala-nyala itu bahkan fisik dari Nabi Ibrahim tidak ada yang terluka sedikitpun karena cintanya kepada Allah melebihi segalanya,” kata dia.

“Ujian yang diberikan Allah kepada Ibrahim tidak berhenti di situ saja karena Allah akan memberikan ujian kepada seluruh hamba-Nya. Jadi Allah akan menguji kepada semua hamba-Nya, tetapi sekali lagi Ujian-ujian yang diberikan oleh Allah itu harus kita selesaikan dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Lebih lanjut Ustadz Arifin bercerita, di saat umur 80 tahun Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah agar dikasihi anak, karena doanya itu ikhlas karena Allah maka Allah mengabulkan doanya itu kemudian lahirlah anak itu yang diberi nama Ismail. Tapi Allah ingin membuktikan, apakah betul cintanya kepada Allah itu melebihi segalanya, apakah betul tulus cintanya kepada Allah lebih daripada cinta kepada keluarganya istri dan anaknya. Kemudian Allah menguji dengan memerintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya,” tutur Takmir Masjid At Taqwa Pogot itu.

“Maka Nabi Ibrahim juga ingin membuktikan bahwa cintanya kepada Allah melebihi dari segala-galanya proses eksekusi penyembelihan anaknya dilakukan oleh Ibrahim karena cintanya kepada Allah, maka Allah tidak membiarkan hamba-nya maka bukan anaknya yang disembelih cukup kambing. Allah Maha Pemurah tidak usah khawatir termasuk juga di dalam menghadapi pandemi covid 19 ini Mari kita berikhtiar dengan selalu hidup bersih dan jaga jarak seperti ini,” katanya.

“Oleh karena itu jamaah, pelajaran yang bisa kita ambil dari sejarah Nabi Ibrahim, marilah kita cinta kepada Allah, ketaatan kepada Allah harus berada di atas segala-galanya jangan sampai cinta kepada Allah dikalahkan cintanya kepada duniawi yang sesungguhnya dunia itu akan terputus. Pangkat terputus, kekayaan terputus, hubungan suami istri terputus, hubungan orang tua dengan anak terputus. Oleh karena itu kita kuatkan hubungan dengan Allah. Jangan sampai tergadaikan apalagi terjual aqidah kita hanya untuk kepentingan-kepentingan dunia,” tambahnya. (Habibie/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here