Ahmad Afwan Yazid, Guru Muhammadiyah yang Jadi Tutor Pengembangan Media Daring

0
690
Ahmad Afwan Yazid saat menjadi tutor pengembangan media belajar daring di Malang. (Sholahuddin/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Dari Muhammadiyah untuk bangsa. Warga Muhammadiyah di mana pun dan kapan pun siap untuk membantu memajukan pendidikan Indonesia. Itulah yang dilakukan seorang guru SD Muhammadiyah 4 Kota Malang dengan membagikan ilmu menyusun media pembelajaran daring selama pandemi Covid-19.

Namanya Ahmad Afwan Yazid. Ia menjadi tutor dalam workshop pengembangan media belajar daring. Pria kelahiran Lamongan itu memberikan tutorial pengembangan media belajar daring di hadapan guru pendidikan agama Islam (PAI) se-Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Yazid adalah salah satu kader Muhammadiyah yang saat ini sedang menempuh beasiswa pendidikan S-2 Ilmu Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Malang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ternyata, saat menempuh pendidikan S-1, ia juga pernah mendapatkan beasiswa di Universitas Negeri Malang.

Sebelum kuliah, Yazid pernah belajar di Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat asuhan almarhum K.H. Mukhlis Sulaiman. Selain itu, belajar di Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, yang diasuh oleh K.H. Dawam Saleh.

“Saya berharap ilmu yang saya miliki ini bisa bermanfaat untuk semua orang, khususnya untuk warga Muhammadiyah. Kalau ilmu dibagikan kan akan bertambah, tidak berkurang,” ucap Yazid usai mengisi workshop saat itu.

Saat ini Yazid tinggal di Malang, tepatnya di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, bersama istri dan anaknya. Ia merupakan anak dari seorang penggerak Muhammadiyah di Desa Medalem, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, bernama Madi Siswoyo. Beliau pernah menjadi kepala MI Muhammadiyah dan saat ini masih aktif berdakwah serta bertani di desa tersebut. Sedangkan ibunya bernama Siti Umiaseh yang dulu juga seorang guru dan saat ini lebih banyak ke sawah membantu suaminya.

Ternyata di pelosok negeri masih banyak kader Muhammadiyah yang siap berbagi untuk negeri. Jadi, kita jangan hanya fokus dengan orang yang tinggal di perkotaan. Bisa jadi orang desa juga memiliki kesempatan untuk lebih baik lagi. (Sholahuddin Ghozi/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here