Aiko Ramadhani: Ingin seperti KKPK, Terbit Satu Buku, Kini Ikut Lomba Cerpen Se-Surabaya

0
154
Aiko Ramadhani menunjukkan karya serta sertifikatnya. (Ali/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Berawal dari hobi baca buku, salah satunya KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya), Alexander Aiko Ramadhani jadi pengin seperti mereka. Masih kecil, tapi udah punya buku sendiri.

Selain itu, lihat saudaranya yang sudah punya beberapa buku hasil karyanya, jadinya termotivasi juga. “Nah waktu pandemi ini kan di rumah aja, kalau habis daring/ngerjain tugas, masih banyak waktu luangku. Jadinya pengin jadi penulis,” ungkap siswi kelas 6 SD Muhammadiyah 15 Surabaya itu.

Kesempatan pun tiba. Pada saat melihat di media sosial (medsos), Aiko, panggilan akrabnya, membaca informasi ada lomba dengan tema “Takut Kehilangan,” dia mulai tertarik. Akhirnya dia mulai mencoba mengetik naskah cerpen, mencoba ikut.

Waktu pengumuman lombanya, Aiko tidak terpilih. “Sedih gitu rasanya. Tapi saat itu, aku juga ikutan kirim quotes, event yang diadakan penulis senior namanya Genta Kiswara. Quote yang terpilih nanti akan dibukukan dalam novelnya,” tuturnya.

Ternyata quotes dia salah satunya. Jadi Aiko senang banget dan jadi tambah semangat untuk menulis karya-karya yang lain.

Akhirnya waktu ada lomba lagi dengan tema “Berbenah,” dia ikut lagi. Ada sekitar 300 peserta yang ikut dan hanya dipilih 50 penulis terbaik.

Tidak berpikir kalah atau menang, pokoknya Aiko berusaha nulis cerpen terbaik sesuai dengan kemampuannya. Akhirnya waktu pengumuman, ternyata ada namaku di peringkat ke-36 dengan poin 315.

“Alhamdulillah, sueneng banget, gak nyangka aja,” tutur Aiko sambil menunjukkan buku dan piagam penghargaan yang baru saja diterima lewat e-mail.

Karya Aiko yang berhasil lolos dan dijadikan buku yang diberi judul “Berbenah” ini merupakan buku antologi pertamaku yang ada karyaku di sini.

Aiko, putri kedua dari tiga bersaudara ini, sekarang jadi pengin punya buku yang isinya cuma karyanya sendiri, dan saat ini dia lagi proses nulis bukunya.

Sifatnya yang pemalu dan rendah hati, dia masih harus banyak belajar tentang dunia kepenulisan. “Untuk itu aku ikut beberapa kelas menulis online supaya dapat ilmu menulis agar karyaku lebih mantap,” sambung Aiko sambil tersipu malu.

Prestasi lain yang juga Aiko miliki adalah lomba menulis puisi yang bertema Hijrah. Dia mendapat sertifikat, piala, medali, dan bukunya masih proses cetak.

“Mohon doa dan dukungannya,” harap Aiko agar bisa berhasil, karena saat ini mengikuti penulisan cerpen tingkat Kota Surabaya yang diadakan Dinas Pendidikan kota Surabaya tahun 2020 secara online. (Ali Shodiqin/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here