Aiko sang Cerpenis Cilik yang Raih Juara Menulis Tingkat Kota Surabaya

0
131
Alexandra Aiko Ramadhani saat menerima sertifikat dan karyanya. (Ali/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Siswi SD Muhammadiyah 15 (SDM Limas), Alexandra Aiko Ramadhani, memang berbakat dalam menulis cerpen (cerita pendek). Siswi kelas VI sekolah yang berada di Jln. Mastrip 174, Surabaya, itu telah menjuarai berbagai lomba menulis cerpen baik tingkat lokal maupun nasional.

Terakhir, Aiko –sapaan akrab gadis berwajah juita– ini masuk dalam 50 besar penulis Cerpen Terbaik Lomba Tingkat Nasional. Tulisannya berjudul Penghafal Quran masuk dalam Antologi Cerpen berjudul Berbenah bersama 49 penulis terbaik lainnya.

Menurut Wakil Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 15 Ustadz Ali Shodiqin, selama masa pandemi Covid-19 ini, SDM Limas memiliki program literasi in home atau literasi di rumah. Jadi, kata dia, secara otomatis pengembangan minat dan bakat tetap berjalan sesuai program sekolah. Terutama literasi bagi para siswa.

”Alhamdulillah cerpen tulisan Aiko pernah masuk dalam antologi 50 Cerpen Terbaik Lomba Tingkat Nasional dengan judul Berbenah. Antara lain penulisnya Wa Ode Hasrana Mizana Iskak dan Hartantry Satyyaningrum,” jelas Ustadz Ali.

Saat ini, kata Ustadz Ali, Aiko juga mengikuti lomba menulis cerpen tingkat Kota Surabaya. Bahkan untuk memperdalam kemampuan menulisnya, Aiko juga telah mengikuti pelatihan menulis yang digelar Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Dalam lomba menulis cerpen tingkat Kota Surabaya ini, Aiko sampai lolos tahap final. ”Ya meskipun lomba yang digelar ini waktunya berimpitan, Aiko senang menulis sehingga tidak ada kendala ketika harus mengirimkan materi untuk lomba selanjutnya. Harapannya, Aiko bisa meraih juara seperti pada lomba tingkat nasional,” tandas Ustadz Ali.

Sementara itu, kepada KLIKMU.CO, Aiko mengaku mulai senang menulis sejak kelas III, yakni setelah sering membaca cerpen Anak. Dia juga suka membaca berita tentang bencana alam atau membaca tulisan tentang kuliner.

“Untuk persiapan lomba, saya lebih banyak membaca buku novel anak-anak. Juga membaca Majalah Limas (majalah sekolah, Red) yang memberitakan tentang outbond yang digelar sekolah atau tulisan yang memberitakan tentang prestasi para siswa SD Limas,” ujarnya.

Ketika ditanya dalam lomba yang digelar Dinas Pendidikan Kota Surabaya beberapa waktu lalu menulis cerpen berjudul apa, Aiko menjelaskan bahwa pada babak penyisihan menulis cerpen berjudul Cerita di Balik Pandemi. Cerpen itu menceritakan sosok siswa SD bernama Febi yang bingung apa yang harus dikerjakan di masa pandemi karena para siswa tidak boleh ke sekolah.

Akhirnya, cerita Aiko, Febi belajar menulis dan mengikuti lomba menulis hingga akhirnya berhasil meraih juara.

“Sedangkan materi tulisan pada babak final berjudul Air Mata Penuh Makna yang menceritakan dua bersaudara dengan tokoh utama Ara. Ara yang ayahnya di-PHK karena dampak pandemi Covid-19 juga ikut bingung karena ayah menganggur hingga tiga bulan. Hingga Ara mempunyai ide untuk jualan jajan di pasar dan dititipkan di warung,” kisahnya.

Namun, Ara mengusulkan untuk jualan secara online hingga jualannya berhasil dan mempunyai delapan karyawan setelah mempunyai banyak cabang. Bahkan bisa umrah sekeluarga dan mengajak para karyawannya ikut umrah bareng.

“Saya ingin menjadi penulis novel andal seperti Boy Chandra dan Genta Kiswara,” ujar putri pasangan suami istri, Arie Kuspriyanto dan Sutantri Ermawanthy, itu.

Setelah masuk final menulis cerpen tingkat Kota Surabaya, awal November lalu diumumkan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya melalui admin Sekolah. Ya, Aiko menjadi juara II. “Saya bersyukur sekali kepada Allah SWT. Terima kasih kepada ayah dan ibu serta ustadz dan ustadzah yang telah membimbing kami dengan penuh kesabaran dan ketekunannya,” tuturnya sambil melihat informasi yang dikirim oleh admin SDM Limas dengan penuh kebanggaan. (Ali Shodiqin/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here