Aisyiyah Jatim Susun Program Perlindungan Anak di Masa Pandemi

0
165
Peserta acara sosialisasi program sinergi Majelis Kesehatan dengan Majelis Kesejahteraan Sosial PW Aisyiyah Jawa Timur secara virtual. (Yuda/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Sosialisasi program sinergi Majelis Kesehatan dengan Majelis Kesejahteraan Sosial PW Aisyiyah Jawa Timur dilakukan secara virtual, Sabtu (21/11/2020). Acara yang digelar mulai sekitar pukul 08.00 tersebut dibuka oleh anggota Pimpinan Wilayah Aisyiyah Majelis Kesejahteraan Sosial (PW Aisyiyah MKS) Dwi Hasna. Sekitar 100 peserta dari Pimpinan Daerah Aisyiyah Majelis Kesehatan dan Majelis Kesejahteraan Sosial se-Jatim hadir untuk meramaikan acara.

Anak-anak yang ditempatkan di pengasuhan luar keluarga seperti di panti asuhan atau lembaga asuhan lainnya berada dalam situasi rentan terpapar risiko di masa pandemi Covid 19 ini. Hal itulah yang diperhatikan oleh Pimpinan Aisyiyah sebagai penanggung jawab penyelenggara dan pengelola Panti Asuhan Aisyiyah di Jawa Timur.

Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial PW Aisyiyah Jatim Budiyati MPd menuturkan, banyak efek domino yang terjadi selama masa pandemi Covid-19 kepada anak-anak. Pasalnya, situasi saat ini merupakan kebiasaan baru yang harus dijalani.

“Semua aktivitas mulai belajar secara daring serta kebiasaan berinteraksi dengan HP, laptop, dan media elektronik lainnya lebih lama,” ujarnya.

Budiyati menambahkan, pola kebiasaan baru juga harus dilakukan pengelola Panti Asuhan Aisyiyah. Mulai menyediakan fasilitas cuci tangan, masker, hingga pengaturan jaga jarak ketika kegiatan berlangsung. Hal itu bertujuan untuk melindungi anak-anak asuh di panti.

“Selama pandemi ini, tren kekerasan anak, eksploitasi, pornografi, dan kekerasan seksual di ruang-ruang digital juga masih berpotensi terjadi. Persoalan penting lainnya pemenuhan gizi, pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pendidikan kespro, dan penerapan protokol kesehatan masa Covid-19 di panti asuhan menjadi prioritas pelaksanaan kegiatan sinergi Majelis Kesejahteraan Sosial dan Majelis Kesehatan Aisyiyah se-Jatim,” ungkap Budiyati.

Sementara itu, Ketua Majelis Kesehatan PW Aisyiyah Jatim dr Sophiati Sutjahjani MKes menjelaskan,  kunci promosi kesehatan adalah masyarakat belajar menolong dirinya dan mengembangkan kegiatan yang bersumber daya dari masyarakat dan diharapkan akan mampu melakukan pola hidup bersih dan sehat.

“Strategi yang harus dilakukan pemberdayaan individu, keluarga, masyarakat, dan melakukan advokasi serta bersinergi dengan lintas bidang per majelis di Aisyiyah. Sebab, pelaksanaannya akan efektif ketika dilakukan secara kolektif,” ucap Sophiati.

Wakil ketua yang membidangi Majelis Kesejahteraan Sosial-Majelis Kesehatan Dra Noer Haidah menegaskan, MKS-MKes memiliki tanggung jawab dan kewenangan mengelola program sesuai bidang garapnya. Dalam pelaksanaan pengelolaan program bersinggungan dengan program dan kegiatan majelis, lembaga lain, maka diperlukan integrasi program sinergi antara MKS-MKes untuk saling kerja sama.

“Tidak lagi sekadar sama-sama kerja di tingkat organisasi, lembaga, dan Amal Usaha Aisyiyah,” tegasnya. (Yuda/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here