Akibat Teror Bom, TK, SD, dan SMP Se-Surabaya Hari Ini Diliburkan

0
236
Solidaritas dan Waspada: Muhammad Jemadi, MA Sekretaris Majelis Dikdasmen PD Muhammadiyah Kota Surabaya. (Foto: Mulyanto)

KLIKMU.CO – Melaui surat edaran, Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Surabaya menyerukan agar sekolah se-Surabaya dari jenjang TK sampai SMP meliburkan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah.

“Sehubungan dengan adanya musibah yang terjadi pada hari Minggu 13 Mei 2018, di mana salah satu korbannya adalah siswa Surabaya, maka pada hari Senin 14 Mei 2018 kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di rumah. Untuk itu dimohon kepada Kepala Sekolah menyampaikan kepada orang tua untuk memantau putra-putrinya masing-masing,” bunyi surat instruksi yang ditanda tangani Sekretaris Daerah Ir. Hendro Gunawan, MA.

Sementara itu, menurut M. Jemadi, MA Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya mengatakan, dengan adanya edaran itu pihaknya mematuhi dan melaksanakannya dengan meliburkan KBM seluruh sekolah Muhammadiyah di tingkat SD dan SMP.

Pak Je, demikian panggilan akrabnya juga mengucapkan duka cita kepada keluarga korban dan keprihatinan yang mendalam atas kejadian tersebut.

Meski sekolah libur, dia menghendaki semua stake holder dan jajaran pimpinan sekolah maupun guru tetap melakukan konsolidasi yang berkaitan dengan kegiatan sekolah.

Pak Je menambahkan, hari ini pihaknya akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah Muhammadiyah se-Surabaya sebagai tindak lanjut dari tindak kejahatan kemanusiaan tersebut. Ia juga berharap kepada wali murid agar tetap memantau dan mengawasi anak-anaknya.

“Melihat adanya pelaku teror yang melibatkan anak, maka bagi orangtua hendaknya berpikir lebih berkemajuan bahwa perilaku itu tidak dibenarkan agama Islam,” tandas Mantan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya itu.

Ia tidak menampik, intensitas waktu orang tua lebih banyak bersinggungan dengan putra-putrinya daripada lembaga pendidikan. Maka, peran keluarga sebagai dasar pendidikan sudah menjadi kewajiban tidak mengajarkan nilai negatif dan mendoktrin putra-putrinya dengan pemahaman yang salah. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here