Aksi Bom Bunuh Diri Guncang Surabaya, Beberapa Jemaat Meninggal, Puluhan Luka-luka

0
6548
Mencekam: Suasana di depan Gereja Santa Clara di jalan Ngagel Madya Surabaya beberapa saat pasca-aksi bom bunuh diri. (Foto: ICOOL)

KLIKMU.CO – Bom bunuh diri mengguncang Surabaya, Ahad (13/5) pagi. Menurut informasi yang berhasil dihimpun KLIKMU.CO di Tempat Kejadian Perkara (TKP), beberapa jemaat diinformasikan meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Kejadian bermula saat jemaat mulai memasuki Gereja Katholik Santa Clara di kawasan jalan Ngagel Madya itu. Beberapa jemaat telah berada di dalam gereja, sementara lainnya masih berdatangan.

Sekira pukul 7.00 WIB, tiba-tiba pelaku yang mengendarai sepeda motor tanpa plat Nomor Polisi merangsek masuk ke halaman gereja yang bersebelahan dengan kompleks lembaga pendidikan Katholik itu.

“Sesampai di halaman gereja, pelaku langsung meledakkan bom yang dibawanya. Kemungkinan dililitkan ditubuhnya. Ledakan langsung mengenai jemaat yang baru datang dan hendak masuk gereja,” ujar saksi mata yang enggan disebutkan namanya.

Agnes Winarsih salah satu jemaat yang kebetulan sudah berada di dalam gereja mengaku sangat kaget ketika bom bunuh diri itu meletus. Beberapa fasilitas gereja rusak termasuk kaca-kaca banyak yang pecah, sehingga serpihannya mengenai jemaat.

“Beruntung waktu kejadian saya sudah berada di dalam gereja. Kami sedang siap-siap mengikuti misa minggu pagi. Kami yang di dalam terkenai runtuhan serpihan kaca yang pecah,” katanya.

Agnes juga menyatakan kengeriannya setelah ia menyadari bahwa peristiwa itu adalah aksi bom bunuh diri. Dia sangat tidak menyangka kejadian mencekam itu terjadi.

“Ngeri mas. Bagian-bagian tubuh pelaku berceceran di mana-mana. Potongan tubuhnya sampai terlempar di jalan raya. Sedang kepalanya terlempar ke atap. Dua orang polisi yang berjaga di pos juga terluka,” imbuhnya.

Tak hanya mengagetkan umat Katholik, aksi bom bunuh diri ini juga menjadi peristiwa memilukan bagi warga Surabaya lainnya, mengingat Kota Pahlawan selama ini dikenal sebagai kota yang aman dan damai.

“Peristiwa ini mengagetkan kita semua. Tak hanya bagi saudara-saudara kita umat Katholik. Kami sebagai umat Islam dan warga Surabaya juga sangat berduka dengan ini,” ujar H.M. Arif An, SH Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.

Lebih lanjut, Arif An yang juga Ketua Karang Taruna Surabaya mengajak kepada semua pihak agar menyikapi ini dengan tenang dan jangan sampai terprovokasi.

“Kejadiannya mendekati Bulan Suci Ramadhan. Saya khawatir, ini adalah upaya beberapa pihak yang ingin memperkeruh hubungan harmonis antar-umat beragama di Surabaya, khususnya. Saya instruksikan KOKAM Pemuda Muhammadiyah agar ikut mengamankan lokasi dan Amal Usaha Muhammadiyah,” pungkasnya. (ICOOL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here