Aksi Simpatik Guru dan Wali Murid yang Rindu Pembelajaran Tatap Muka

0
238
Guru dan wali murid SMP Muhammadiyah 5 Surabaya membutuhkan tanda tangan sebagai aksi simpatik. (Mayang/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Rencana sekolah tatap muka untuk SMP yang akan dimulai awal Desember kembali dievaluasi Pemkot Surabaya. Itu menyusul ditemukannya hasil positif pada swab test para pelajar di 17 SMP yang bakal menjadi pilot project pembelajaran tatap muka.

Prihatin akan hal tersebut, Selasa lalu (1/12/2020) SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) mengadakan doa bersama dan aksi simpatik bertema “Rindu Pembelajaran Tatap Muka” yang diikuti para guru dan perwakilan wali murid.

Acara diawali salat Duha berjamaah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia. Mereka berdoa agar segera keluar dari situasi pandemi Covid-19 sehingga pembelajaran sekolah bisa kembali dilaksanakan secara tatap muka.

Kepada Klikmu.co, Kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Alim mengatakan, para guru dan wali murid Spemma hari itu membubuhkan tanda tangan dan ungkapan hati pada selembar spanduk berurukan 4 x 3 meter. Di situ tertulis “Guru dan Wali Murid SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Rindu Pembelajaran Tatap Muka”.

“Doa dan aksi simpatik tersebut sebagai simbol dukungan dan harapan agar pembelajaran tatap muka bisa segera kembali dilaksanakan. Meski dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.

Pihak sekolah juga berharap  masyarakat turut mendoakan agar pandemi segera berakhir dan aktivitas pendidikan bisa berjalan sesuai dengan adaptasi kebiasaan baru. Khususnya terkait pembelajaran tatap muka.

“Kita mengadakan doa bersama untuk meminta kepada Allah Swt supaya pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga siswa-siswi tercinta kami dapat melakukan pembelajaran seperti semula,” ungkap Alim.

Sementara itu, salah seorang wali murid berharap anak-anak dapat kembali belajar di sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat selama di sekolah. “Karena sudah 10 bulan anak-anak merasakan betapa bosannya belajar di rumah,” ujar salah satu wali murid kelas 9B itu.

Selanjutnya, seluruh peserta aksi dari guru dan wali murid meninjau persiapan serta kelengkapan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya dalam menerapkan protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru. Sekolah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka apabila telah diizinkan Pemkot Surabaya. Termasuk melaksanakan swab test kepada seluruh guru dan karyawan Spemma beberapa waktu yang lalu. (Mayang/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here