Aktivis HW Lamongan Terbitkan Buku Puisi, Apa Resepnya?

0
123
Fathan Faris Saputro, Koordinator Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (KTI) Kwarda Hizbul Wathan (HW) Lamongan. (Foto pribadi/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Menulis merupakan kegiatan yang menurut sebagian orang menyenangkan. Selain bisa menjadi hobi, juga bisa sebagai sarana pembelajaran bagi mereka yang sukar berkata-kata dengan lisannya.

Pengalaman seperti itulah yang dirasakan Fathan Faris Saputro, Koordinator Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (KTI) Kwarda Hizbul Wathan (HW) Lamongan. Awalnya, dia hanya menulis untuk sekadar melepas penat dari rutinitas yang menjengkelkan. Sampai akhirnya hasil dari corat-coretnya itu berhasil jadi sebuah buku puisi yang berjudul “Skyscraper Rhymes”.

Pemuda yang berasal dari Kabupaten Lamongan itu mengungkapkan, dirinya mulai tertarik dalam dunia kepenulisan terkhusus puisi pada saat sekolah menengah pertama.

“Saya menulis sajak sejak awal-awal masuk SMA, tapi proses saya mengenal dan membaca sajak-sajak itu dimulai ketika masih MTs,” ungkapnya kepada KLIKMU.CO, Selasa (27/7/2021).

Fathan yang saat ini sedang aktif sebagai salah satu pegiat Rumah Baca Api Literasi itu mengatakan, saat menulis membuat hidup yang dirasanya biasa saja menjadi luar biasa. Bak menemukan kebebasan dalam dunia tidak nyata yang dituangkan dalam puisinya.

“Saya menulis puisi karena saya merasa bahwa hidup begitu biasa saja. Dan menurutku, hidup yang luar biasa hanya bisa saya dapatkan dalam puisi, atau dalam karya sastra secara umum. Jadi, saya menulis puisi hanya untuk menemukan dunia lain yang sebetulnya tidak bisa ditemukan dalam dunia nyata,” ujarnya.

Bagi Fathan, dunia menulis menawarkan kebebasan dengan begitu terbuka. “Dan saya merasa menemukan kebebasan itu saat menulis, terutama menulis puisi,” imbuh Fathan.

“Dari alasan saya mengapa menulis puisi, membaca puisi-puisi saya sebetulnya punya implikasi yang sama. Bahwa, apa yang kita sebut sebagai sesuatu bisa berupa sesuatu yang lain bagi orang lain atau entah,” ujarnya.

Fathan lantas memberikan pesan kepada siapa saja yang ingin memulai menulis untuk tetap semangat dan jangan terburu-buru. Karena sejatinya menulis itu butuh perhitungan dan keinginan yang matang.

“Jadi tetap semangat menulis. Jika kehabisan tenaga, jedalah sejenak, luangkan waktu untuk membaca lebih banyak buku, karena di dalam buku ada banyak tenaga yang siap pakai,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here