Aktivis IMM Harus Buang Persepsi Salah Masyarakat

0
233
Ala Aktivis: Aktivis IMM Al-Qossam UMSurabaya saat kajian di Gesung G-Inspire. (Foto: Dhofir)

KLIKMU.CO – Bertepatan dengan hari libur Isra Mi’raj, sebagian instansi pendidikan umumnya meliburkan kegiatan mereka, termasuk Kampus Sejuta Inovasi UMSurabaya. Hal itu membuat kampus tersebut terlihat sepi dari biasanya. Namun, lain cerita dengan IMM Komisariat Al-Qossam UMSurabaya, walaupun libur masih istiqamah menjalankan kegiatan rutinnya.

Sabtu (14/4) bertempat di Gedung G-Inspire UMSurabaya, Kajian yang bertemakan ‘Ilmu Pemberdayaan Masyarakat’ digelar dengan mendatangkan pemateri Muhammad Lutfi Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat PC IMM Kota Surabaya.

Menurut Lutfi, dalam pemberdayaan masyarakat, aktivis IMM harus membuang persepsi salah kaprah masyarakat bahwa segala keterbatasan adalah perihal materi.

“Dengan segala usaha yang kita lakukan dengan benar, maka akan menghasilkan segalanya termasuk dalam hal ini adalah materi. Dalam artian, kita tidak terus-menerus memberikan kepada masyarakat, tapi tidak ada perkembangan,” ujarnya.

Fungsi IMM, lanjut Lutfi, adalah membina suatu hal untuk dimanfaatkan agar menjadi suatu hal yang bisa dimanfaatkan secara kontinu.

“Ibaratnya suatu yang kita usahakan atau yang kita berikan kepada masyarakat tidak seperti barang yang sekali pakai,” imbuhnya.

Meski peserta kajian ini terbatas, namun kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan antusiasiasme dari peserta. Narasumber menyampaikan materi dengan ringan, sehingga dapat mudah dicerna dan dipahami oleh peserta.

Kegiatan kajian tersebut dihadiri oleh Alumni IMM Al-Qossam, yakni Ahmad Muhammad Assyifa yang di akhir kajian memberikan pencerahan dan motivasi kepada semua peserta.

Ia menyampaikan teori Antonio Gramsci tentang bagaimana perubahan sosial itu terjadi, dan siapa saja yang terlibat di dalamnya. Dalam hal ini juga gerakan mahasiswa sangat berpengaruh terhadapnya.

“Kapitalisme sudah menjalar di masyarakat kita, disadari atau tidak. Sehingga, seharusnya mahasiswa mampu melek dan peka terhadap realita yang sekarang sudah terjadi di masyarakat milenial, khususnya di Kota Surabaya,” ungkapnya. (Dhofir Hasany)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here