Alm.Kuswiyanto, Kebaikan yang akan Mengalir Sampai Jauh

0
533

KLIKMU.CO

Oleh: Nugraha Hadi Kusuma*

Saya mengenal Drs. H. Kuswiyanto M,Si, kami memanggilnya Mas Kus, pria humbble ini adalah politisi senior dari Partai Amanat Nasional (PAN). Kuswiyanto terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 mewakili Dapil Jawa Timur IX setelah memperoleh 45,456 suara. Kuswiyanto adalah Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Timur (2010-2015). Setelah berbagai trik membuat Mas Kus tersingkir dalam pertarungan untuk menjadi Ketua PAN Jatim.

Kuswiyanto adalah seorang pengajar dan dosen di alumninya Universitas Muhammadiyah Surabaya. Beliau juga seorang legislator senior di Jawa Timur dengan pengalaman sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sejak 2004 (2004-2014). Di masa bakti 2014-2019, Kuswiyanto bertugas di Komisi VIII yang membidangi agama, sosial dan pemberdayaan perempuan.

Kuswiyanto besar di lingkungan Muhammadiyah dan aktif di organisasi sayap kepemudaannya. Kuswiyanto adalah Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur (1998-2006). Sampai dengan sekarang Kuswiyanto aktif beorganisasi di beberapa organisasi sayap dari Muhammadiyah yaitu Harian Universitas Muhammadiyah Surabaya (Sekretaris, 2010-2014) dan Majelis HIkmah dan Kebijakan Publik Muhammadiyah Jawa Timur (Wakil Ketua).

Semasa kuliah S1, menurut sahabatnya yaitu Abu Nasir, mas Kus aktif di senat mahasiswa fakultas tarbiyah universitas muhammadiyah Surabaya sebagai sekretaris. Saat itu dia tinggal di asrama Menanggal PUSDIKLAT PWM Jatim di era kepemimpinan dr Suherman,sebagai UTUSAN PDM Ponorogo bersama kader-kader muhammadiyah lainnya dari seluruh daerah se jawa timur.

Dia seperti mutiara yg ditemukan oleh seorang tokoh muhammadiyah di Ponorogo yang menjadi ” bapaknya ” saat sekolah di SMA dari keluarga sederhana yang sebagian berkeyakinan nasrani sebelum dikirim sebagai utusan PDM.

Setelah lulus kuliah dia tidak kembali ke Ponorogo tetapi lebih tertarik mengabdi kepada muhammadiyah di surabaya dengan mengabdi di SMA muhammadiyah Pucang sebagai guru agama merangkap kepala BP.

Saya sempat mengunjunginya saat itu. Kantor BPnya besar, administrasi BP lengkap dan programnya bagus. Sangat ideal sudah untuk ukuran BP saat itu dan bisa menjadi rujukan BP sekolah lain. Dari sana mas Kus diamanahi menjadi kepala SMA muh Pucang yang terkenal itu seraya merangkap sebagai ketua IMM sebelum akhirnya hijrah ke dunia politik melalui PAN.

Selama Pemilu 2019 ini saya membersamai Mas Kus menyiapkan amal usaha baru Muhammadiyah yaitu ‘ Amal Usaha’ politik dengan Mas Suli Daim serta Mas Mirdasy.

Mas Nugroho, tahap pertama bagi muhammadiyah itu adalah membangun sistem politik yang benar di Muhammadiyah, karena warga Muhammadiyah itu ‘mualaf politik’, banyak orang pintar di Muhammadiyah tapi tidak mampu mengkonversikannya dalam bentuk suara, harus ada tim di tiap struktur Muhammadiyah”

kata Mas Kus dalam diskusi yang diadakan di PWA Jatim.

Alhamdulillah tim diback up penuh PWM lahir dan solid di 38 PDM sejatim, melahirkan 2 anggota DPR RI yaitu Prof Zainudin Maliki dan Zulkfikar Arsa Sadikin, dan menempatkan KH Nadjib Hamid pada tingkat popularitas tertinggi diatas tokoh-tokoh Islam di jawa Timur, bagi kami ini adalah lompatan yang luar biasa.

Catatan kebaikan tersebar dimana-mana, banyak orang merasa dibantu Mas Kus, maka inilah yang harus kita teladani dari pribadi yang luar biasa ini, kami tidak akan berhenti menggerakkan kebaikan mu ini.

*Selamat Jalan Mas Kus kami akan teruskan sistem yang kita bangun bersama ini sampai mencapai hasil yang signifikan bagi dakwah Muhammadiyah*

*Nugraha Hadi Kusuma*
Wakil Ketua LPCR PWM Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here