Alumni SMPN 8 Buka Kunci Ujian Allah

0
153
Habibullah Al Irsyad mengisi materi dalam acara buka bersama alumni SMPN 8 di Rumah Singgah Al Furqon Surabaya. (Tulus/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Di suasana yang masih pandemi Covid-19 ini, hidup akan lebih bermakna. Hidup juga lebih indah ketika kita sebagai hamba Allah yang diberi nikmat sehat, rezeki, dan kesempatan masih bisa berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim, fakir miskin, dan duafa.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya Ustadz Habibullah Al Irsyad SThI MPdI dalam kegiatan buka bersama alumni SMPN 8 angkatan 83 bersama anak-anak Binaan Rumah Singgah Al Furqon LDK PWM Jawa Timur di Rumah Singgah Al Furqon Jl Semampir Barat Perum Tanjung Permai I Blok B/66 Semolowaru Surabaya, Ahad (25/4/2021).

Habibullah mengatakan, salah satu kebahagiaan yang ada pada diri kita semua di bulan Ramadhan tahun 1442 H/2021 M ini adalah masih menyempatkan diri untuk berbagi rezeki dengan anak-anak binaan rumah singgah Al Furqon ini. “Pada hari ini Bapak/Ibu alumni SMPN 8 angkatan 83 hadir di sini untuk silaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan mereka. Dengan silaturahmi ini insya Allah akan juga memberikan panjang umur dan hidup bahagia,” katanya.

Menurut Habibie, apa yang dilakukan alumni itu merupakan aplikasi dari rasa syukur berupa nikmat yang diberikan Allah kepada kita semua. Meskipun saat ini kita sedang diuji Allah dengan wabah korona yang sudah berlangsung selama satu tahun.

Dalam ujian ini, lanjut dia, Allah sudah memberikan gambaran kepada kita melalui firmannya dalam surah Al Ankabut ayat dua: Ahasibannaasu Ayyutrakuu anyaquluu aamannaa wahum laayuftanuun. “Artinya wahai manusia apakah kalian mengira dibiarkan begitu saja mengatakan kami telah beriman kepada Allah, sedangkan mereka belum diuji oleh Allah,” ujar wakil ketua PDPM Kota Surabaya itu.

“Dari ayat ini, bisa kita ambil sebuah pelajaran bahwa ketika kita sudah menyatakan ‘Saya beriman kepada Allah’ maka kita harus menghadapi semua ujian yang diberikan Allah kepada kita semua dengan lapang dada dan ikhlas. Sehingga kita tidak mudah berkeluh kesah dan pantang menyerah,” jelas dia.

Menurut dia, kunci dari kesuksesan dalam menghadapi ujian yang diberikan Allah kepada kita adalah pertama adanya sebuah keyakinan dalam hati tentang keimanan kepada Allah. “Keimanan yang ada dalam hati kita, dalam sanubari kita, mari dipupuk agar tidak luntur dan melemah. Mari kita sirami dengan banyak membaca kalam Allah Al-Quran, rajin, dan taat dalam beribadah, tidak meremehkan sekecil apapun amalan ibadah itu,” ucapnya.

Kedua, setelah menjaga hubungan baik dengan Allah, kita juga harus mengembangkan kebudayaan dengan ibadah-ibadah sosial kita. “Setiap hari kita bisa berbuat baik, memberikan senyuman, membantu sesama, memperhatikan anak-anak yatim, fakir miskin yang ada terdekat dengan rumah kita, sehingga mereka juga merasa bahagia karena berdampingan hidup dengan kita. Semoga di bulan Ramadhan ini hidup kita lebih bermakna,” tandasnya. (Tulus/Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here