Alumnus UMM Dirikan Komunitas Menulis PERIISAI di Banyuwangi

0
98
Hastowohadi, alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang, yang sukses mendirikan komunitas menulis PERIISAI di Banyuwangi. (Istimewa/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Menulis, meneliti, mengabdi, dan mengajar adalah sederet rangkaian tugas seorang dosen. Banyak hal yang harus dipersiapkan dan diperhitungkan untuk bisa menjalankan semuanya secara seimbang.

Itulah pesan yang disampaikan Hastowohadi, alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sukses menjadi akademisi yang “seimbang”.

“Dosen saat ini seolah dikejar-kejar target untuk menerbitkan artikelnya di jurnal internasional terindeks Scopus, padahal dosen juga punya banyak agenda lainnya yang harus dikerjakan secara seimbang,” jelas Hastowo Kamis (4/3/2021).

Pria yang lahir di Desa Cluring, Banyuwangi, ini besar dari keluarga pendidik. Ibunya berprofesi sebagai guru TK dan ayahnya seorang PNS guru SD dan SMP yang kemudian menjadi pengawas. Karier keduanya kemudian menjadi pemantik semangat bagi Hastowo untuk menekuni profesi yang sama.

“Ayah dan ibu saya berprofesi sebagai pendidik. Kurang lebih, profesi orang tua saya ini memberikan suntikan semangat kepada saya untuk menekuni hal yang sama,” terang dosen Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi itu.

Sebelum mendapatkan ijazah pendidikan magisternya, Hastowo telah resmi menjadi dosen di kampus tempat ia mengajar saat ini. Dia mengakui, di awal menjadi dosen ia menyadari betul bahwa ia masih awam dalam dunia riset dan publikasi. Padahal, dua hal itu adalah nyawa dari profesinya.

“Sebelum lulus S-2 sudah jadi dosen, tapi pengetahuan saya tentang riset dan publikasi sangat minim,” tuturnya.

Sadar akan kondisi tersebut, Hastowo giat belajar dari satu seminar ke seminar lainnya. Tidak jarang ia harus berutang kepada teman demi bisa mengikuti seminar tentang riset dan publikasi.

“Pernah saya nekat berangkat dengan sepeda motor sendirian ke Solo untuk ikut konferensi, padahal belum bayar. Alhamdulillah, di detik akhir ada teman yang minjami,” jelas pria yang memulai karir sebagai guru SMK itu.

Tidak disangka, semangatnya mengikuti berbagai seminar membawanya berkenalan dengan Prof Handoyo Puji Widodo, dosen King Abdulaziz University, Jeddah, Arab Saudi, yang mematahkan kegusarannya akan sulitnya melakukan publikasi ilmiah.

“Tak hanya mengajari bagaimana menjadi peneliti dan penulis yang andal, Prof Handoyo benar-benar menekankan bagaimana menerbitkan artikel Scopus tak berbayar. Dalam bahasa beliau, ini Scopus Syariah. Publikasi artikel Scopus yang tidak berbayar,” tambahnya.

Tak hanya aktif mengajar, Hastowo bersama ketiga koleganya; Sandy Ferdiansyah, Rahman, dan Inayatul Mukaromahl juga mendirikan Komunitas Menulis Banyuwangi pada 2017. Komunitas ini merupakan wadah bagi para dosen-peneliti, akademisi, dan praktisi untuk saling belajar dan menghasilkan karya nyata di publikasi riset dan buku.

Terus bertumbuh, pada awal 2021 komunitas ini berganti nama menjadi Perkumpulan Peneliti dan Penulis Ilmu Sosial Indonesia (PERIISAI) dengan Hastowo sebagai direkturnya. Komunitas yang telah berbadan hukum ini kini memiliki 300 anggota aktif.

“Jujur saya tidak menyangka akan ditunjuk sebagai direktur. Namun, atas dukungan dari sesama founder dan juga Prof Handoyo, saya memberanikan diri untuk melaksanakan amanah itu,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here