Apa Kata Tokoh Muhammadiyah tentang Harlah Ke-95 NU?

0
340
Kompasiana.com

KLIKMU.CO – Hari ini, Ahad (31/1/2021), Nahdlatul Ulama (NU) tengah memperingati hari lahir (harlah) ke-95. Dalam harlah kali ini, ormas Islam pimpinan KH Said Aqil Siroj tersebut mengusung tema “Khidmah NU: Menyebar Aswaja Meneguhkan Komitmen Kebangsaan”.

Ucapan selamat, doa, dan harapan pun datang dari para tokoh Muhammadiyah sebagai sesama ormas besar Islam di Indonesia. Antara lain dari Prof Dr Haedar Nashir MSi, Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, hingga Sunanto.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi mengatakan, NU bersama ormas Islam yang lahir lebih dahulu seperti Serikat Islam, Muhammadiyah, Al Irsyad, Persatuan Islam, dan lain-lain telah berkhidmat untuk kemajuan dan merekat ukhuwah islamiah.

“Dalam perjalanan yang panjang, NU bersama Muhammadiyah dan kekuatan nasional lainnya telah berjuang untuk kebangkitan kemerdekaan dan membangun Indonesia,” ujarnya, Ahad (31/1/2021).

Selama 95 tahun ini, menurut Haedar, NU telah diakui kehadiran, peran, dan kontribusinya untuk merekat Indonesia sebagai negara kesatuan sekaligus membangun dan memajukan bangsa. NU bersama Muhammadiyah sebagai dua pilar Islam terbesar di negeri tercinta ini juga terus bergandengan tangan merekat kebersamaan dan menjadi garda terdepan memajukan umat dan menjayakan bangsa melalui misi rahmatan lil alamin.

Haedar menambahkan, NU dengan perspektif Islam Nusantara telah mengokohkan budaya bangsa dan budaya umat dalam keragaman. NU juga telah hadir dengan Islam moderat yang membawa pada kemajuan. “Karena itu, sinergi antara Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan akan menjadi pilar strategis membangun umat dan bangsa,” paparnya.

“Insya Allah NU selalu dicintai umat dan bangsa dan bersama kita semua memajukan Indonesia,” tandasnya.

Sekretaris Umum Prof Dr Abdul Mu’ti MEd juga menyampaikan selamat Hari Lahir Ke-95 bagi Nahdlatul Ulama. Mu’ti berharap NU di usia menjelang satu abad ini senantiasa istikamah dalam merekat ukhuwah. “Dan mengemban misi dakwah Islam untuk kemajuan umat dan bangsa,” tuturnya.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto menyampaikan, menjelang usia satu abad ini, NU dan Muhammadiyah telah menjadi pilar penting bagi keutuhan Islam dan NKRI. Relasi keduanya, kata Cak Nanto, sapaan akrabnya, seperti “kal jasadil wahid, ba’duhum aula bi ba’d.”

“Saling menopang dan saling melengkapi dalam menjaga Indonesia dan mencerahkan semesta,” ujarnya. Cak Nanto pun berharap NU selalu istikamah menyebarkan aswaja dan meneguhkan komitmen kabangsaan.

PDM Kota Surabaya juga turut menyampaikan selamat. M. Arif An, sekretaris PDM Kota Surabaya, menggambarkan kondisi dua ormas Islam ini di Kota Pahlawan.

Menurut Arif An, NU dan Muhammadiyah di Surabaya sering mengadakan kegiatan bareng seperti futsal bareng, gowes bareng, nobar bareng, serta membuat pernyataan dalam menyikapi kondisi kota bareng.

“Ini adalah wujud menyebarkan kebinnekaan dan mengenal Islam ramah,” katanya. Kegiatan bareng yang diadakan ini, lanjut Arif An, tidak monoton di kegiatan keagamaan saja, tapi juga kegiatan yang menggembirakan.

“Di Surabaya bisa aman di antaranya ada penjaga ormas Islam NU dan Muhammadiyah yang selalu menjadi bagian dalam memberikan solusi dan pencerahan bagi masyarakat,” tegasnya.

Dari Istana, Presiden Joko Widodo juga menyampakan selamat. Di usia 95 tahun itu, menurut Jokowi, Nahdlatul Ulama tetap berperan besar mencerdaskan kehidupan bangsa, menggerakkan semangat nasionalisme, dan semangat toleransi, serta melawan segala bentuk radikalisme dan terorisme. Sampai sekarang pun, kata Jokowi, NU tetap berada di garda terdepan dalam membela kepentingan bangsa dan negara, di tengah perubahan dan tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Para nahdliyin muda juga turut berkiprah dalam memajukan pemberdayaan ekonomi umat yang berbasis pesantren. Tak hanya bersemangat dalam memperoleh ilmu agama, para santri muda NU juga bersemangat menjadi wirausaha untuk memajukan umat dan sesama,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Jokowi, tak sedikit santri di pesantren-pesantren yang menjadi pelopor teknologi informasi yang bisa membawa manfaat nyata bagi negara ini. “Karena itu, saya berharap peran strategis para kiai dan santri NU dalam membangun masa depan Indonesia dapat terus berlanjut,” katanya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here