Apa yang Harus Dilakukan Engineer Selama Masa Pandemi?

0
122
Assist Prof Wahyu Caesarendra ST Meng PhD saat menjelaskan apa yang harus dilakukan engineer selama masa pandemi. (UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Terbatasnya alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis menggugah simpati dan empati banyak pihak, termasuk dari kalangan akademisi, untuk menciptakan inovasi baru. Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang melalui webinar Inspirasi Teknologi Rekayasa Melalui Zoom (Intermezo) mendatangkan langsung dua narasumber pakar untuk mengupas tuntas cara menciptakan APD yang kompatibel.

Para calon inovator yang mengikuti Intermezo kali ini (22/5) berasal dari kalangan dosen, mahasiswa dari semua jurusan di lingkungan fakultas UMM, Poltek Negeri Malang, Poltek Madiun, IAIN Jember, dan calon mahasiswa baru.

Sebagai narasumber pertama, Assist Prof Wahyu Caesarendra ST Meng PhD, penemu Tangan Abionk, adaptor untuk APD, dan temuan lainnya, memaparkan bahwa para engineer harus memiliki tiga kemampuan. Yakni innovation dan entrepreneurship, flugal innovation dan flugal engineering, serta product design engineering.

Inovation dan enterpreneurship ialah engineer mampu menghasilkan sesuatu yang baru berdasarkan ide yang didapatkan. “Namun, dalam prosesnya tidak mudah, karena perlu mempertimbangkan banyak aspek sehingga didapatkan produk yg ideal. Oleh karena itu, engineer perlu dibekali kemampuan entrepreneurship,” ungkap Wahyu.

Kedua, flugal engineering. Skill ini diperlukan seorang engineer karena dalam membuat produk salah satu pertimbangannya adalah biaya. Melalui flugal engineering, kompleksitas produksi dapat dikurangi sehingga dapat menekan biaya tersebut. Simplifikasi ini juga ditunjang oleh pengetahuan alam yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, product design engineering (PDE). PDE adalah pengembangan dan penyempurnaan produk yang sudah ada untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan lebih sustainable. Dengan begitu, lebih bisa diterima di masyarakat, baik dari aspek fisik, ergonomi, maupun biologis.

Pemateri selanjutnya, Ir Sudarman MT, tak kalah menarik. Dengan segudang pengalamannya sebagai engineer, ia memaparkan tahapan-tahapan desain yang harus dimiliki oleh seorang inovator teknologi sehingga produk yang dihasilkan fleksibel dan bisa digunakan di segala kondisi. Bahkan, Sudarman memaparkan data-data lengkap dari 800 ribu sarjana teknik, termasuk sarjana komputer dan pertanian/peternakan yang praktik keinsinyuran hanya sekitar 10 ribu orang.

“Profesi insinyur merupakan salah satu profesi penting yang akan selalu dibutuhkan untuk membangun dan mengembangkan negara. Ada beberapa faktor mengapa profesi insinyur kurang karena ketidakmengertian bahwa insinyur diperlukan dan secara literasi masih sangat kurang,” katanya.

Beberapa poin penting yang disampaikan adalah engineer harus cepat beradaptasi dengan kondisi pandemi. Kedua, produk yang dikembangkan harus bisa dipergunakan semua orang. Ketiga, engineer harus bisa menata ulang pascapandemi, yaitu era baru yang bisa mengubah pola hidup kita. Keempat, perlu memikirkan inovasi pascapandemi. Terakhir, harus memiliki fungsional skill yang mumpuni sehingga menjadi seorang master di bidangnya. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here