Aplikasi Mentari Covid-19 Muhammadiyah Siap Dioperasikan

0
160
Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang siap menyambut program Aplikasi Mentari Covid-19. (Candra/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Kasus Covid-19 yang masih terus meningkat berdampak pada keterisian dan ketersediaan tempat tidur di tiap rumah sakit. Bekerja sama dengan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah yang didukung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi meluncurkan Sistem Informasi Layanan Covid-19 berbasis IT pada Kamis (11/2/2021).

Proyek  yang digarap sejak Juli 2020 ini telah disempurnakan dengan berbagai layanan yang dapat membantu penanganan Covid-19. Diberi nama Mentari Covid-19, sistem ini ditargetkan dapat membantu pelayanan Covid-19 di Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) di seluruh Indonesia.

Sebagai salah satu bagian dari RSMA, Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (RSU UMM) juga menyambut program ini. “Kami (RS UMM) menyambut baik adanya aplikasi berbasis IT ini. Program ini dapat membantu rumah sakit untuk memberikan peringatan dini apabila rumah sakit sudah akan mengalami lonjakan. Hal tersebut juga merupakan salah satu tindakan medis yang lebih cepat,” terang dr Zata Dini, kepala Sub Bidang Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Medis RSU UMM.

Dini juga menyampaikan bahwa Mentari Covid-19 dapat menjadii acuan RSU UMM bisa melihat keadaan rumah sakit lain sehingga dapat dijadikan media komunikasi tidak langsung.

”Harapannya, melaui sistem RSU UMM dapat melaksanakan sistem informasi yang lebih baik dan dapat memodifikasi sesuai kebutuhan RSU UMM,” ujar salah satu dokter umum RSU UMM itu.

Terpisah, Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah Agus Samsudin menjelaskan, sistem ini telah diintegrasikan dengan Sistem Manajemen Covid-19 MCCC PP Muhammadiyah dan dapat dikembangkan sebagai Single ID  pasien di rumah sakit. Pengembangan sistem dimaksudkan agar dapat menghubungkan data layanan Covid-19 antara jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah (RSMA).

“Setelah melalui proses pengujian dan pemasangan sistem di 30 RSMA, sistem ini diharapkan dapat membantu RS dalam penanganan Covid-19 yang lebih baik, khususnya dalam pengelolaan data dan informasi serta proses respons kasus  yang lebih cepat,” jelas Agus Samsudin secara virtual, Kamis lalu (11/2/2021).

Menurut Agus, sistem ini dapat memberikan peringatan dini apabila terjadi lonjakan kapasitas serta sebagai media komunikasi yang lebih cepat antarrumah sakit. Sistem ini juga diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang dapat diadaptasi atau direplikasi oleh berbagai pihak yang membutuhkan. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here