Apresiasi Film, Cara Ngabuburit Tak Biasa Siswa SPEMMA

0
767
Ngabuburit Unik: Sejumlah siswa SPEMMA saat kegiatan Apresiasi Film di sekolahnya. (Foto: Choir)

KLIKMU.CO – Ada hal yang menarik yang dilakukan sekelompok Siswa SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya (SPEMMA) dalam memanfaatkan waktu menjelang buka puasa. Pasalnya, siswa-siswi di sana mengadakan agenda ngabuburit yang sekaligus dipadu dengan kegiatan nonton bareng film yang bertajuk “tentang pohon apel” di lingkungan SPEMMA, (27/5).

Pada kegiatan tersebut, Guru Pendamping, Farisha Firni didapuk menjadi pemandu acara. Di samping itu, ia juga bertugas mengapresiasi film itu. Ketika ditanyai motivasi diadakannya acara tersebut, Farisha menjelaskan bahwa tujuan pemutaran film tersebut adalah untuk membangun semangat anak-anak Spemma, agar lebih mencintai orangtua mereka.

“Anak-anak, dari film yang kalian tonton barusan ada pohon apel. Nah, pohon apel itu ibaratnya seperti orangtua kita. Orangtua kita sudah memberikan semuanya kepada kita, bahkan waktu dan tenaganya ia korbankan untuk memenuhi segala yang kita butuhkan,” jelas Farisha kepada para hadirin.

Ia menganjurkan para siswa untuk senantiasa menghormati orangtua, sebab orangtualah yang telah memberi banyak hal kepada anak-anaknya.

“Ia (orangtua) memberi dengan ikhlas tanpa meminta balasan apapun sama kita. Jadi sudahkah kita memberikan yang terbaik buat orang tua kita? Sudahkan waktu dan perhatian kita, kita berikan kepada orangtua kita walau dalam keadaan sesibuk apapun? Maka ketika kita jadi anak jangan kita sekali-kali berani dengan orang tua kita karena itu merupakan perbuatan dosa,” tambah Farisha.

Sementara itu, sejumlah siswa mengaku senang dengan acara itu. Seperti Siswi Spemma, Aura Nur Salsabilla, yang mengaku cukup terbawa suasana dalam jalan cerita di film tersebut.

“Saya ikut merasa sedih, sebab melihat pohon yang sering merasakan kesepian, sebab si anak ketika remaja sampai menjelang tua ia habiskan waktunya hanya untuk mengurusin kesibukanya sendiri. Si anak pada cerita itu baru datang dan mau naik di badan pohon itu ketika ia sudah tua dan pohon itupun sudah mati karena sudah habis ia tebang,” katanya seraya menceritakan jalan cerita yang baru saja ditontonnya.

Selanjutnya, ia berkisah mengenai pelajaran moral dari film tersebut. Menurutnya, film itu bisa mengajak semua orang untuk semakin peduli dengan orangtua.

“Dari nonton film tersebut kita semua bisa mengambil hikmahnya. Bahwa sesibuk apapun kita kelak jangan sampai kita lupa untuk memberi perhatian kepada orangtua kita,” tukasnya. (choir/frd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here