Atasi Kenakalan Remaja, SMA Muhammadiyah 9 Surabaya Beri Ruang Ekspresi Lebih pada Siswanya

0
165
Kepala SMA Muhammadiyah 9 Surabaya melakukan kerjasama dengan Polrestabes Kota Surabaya dalam hal Pencegahan Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba

KLIKMU. CO – Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan bela negara selalu ditanamkan di lembaga SMA Muhammadiyah 9 Surabaya.

Awal masuk tahun pelajaran baru 2018-2019 lembaga pendidikan Muhammadiyah yang beralamatkan di jalan Gogor Kali nomor 11-12 RT/RW 4/3 Jajar Tunggal, Wiyung ini membekali peserta didik baru dengan materi Pencegahan Kenakalan Remaja, penyalahgunaan narkoba, dan pencegahan korupsi disampaikan oleh Polrestabes Kota Surabaya.

“Berharap dengan pembekalan ini bisa menumbuhkan kesadaran diri peserta didik baru dalam menyikapi peradaban global yang semakin berkembang,” kata Ahmad Erwin Siswanto Ketua PR IPM SMAM 9 Surabaya.

Menurut IPTU Rutri untuk mencegah penyimpangan perilaku siswa, hal penting dilakukan adalah menumbuhkan dalam diri siswa sikap kesadaran bahwa ada norma masyarakat yang harus dipatuhi.

Selain itu, lanjut Rutri peran orang tua dalam mengamati perkembangan anaknya sangat dibutuhkan.

“Sebab, prosentase kebersamaan antara siswa dan orang tua adalah 60 persen. Sedangkan 20 persen di sekolah dan bisa 20 persennya di luar bersama teman sebayanya,” imbuhnya.

“Karena itu, sinergitas semua itu sangat berpengaruh untuk menanggulangi kenakalan remaja. Juga menanggulangi penyalahgunaan narkoba ataupun kenakalan remaja,” imbuh IPTU Rutri mengapresiasi kegiatan SMA MUSE, julukan SMA Muhammadiyah 9 Surabaya.
Dalam acara tersebut, peserta sangat antusias menerima materi yang disampaikan, bentuk penghargaan diberikan berupa Cendera Mata yang diberikan secara langsung kepada Kepsek Muse.

Kepada KLIKMU.CO Mationo, MA Kepala Sekolah menyampaikan kegiatan positif itu sangat penting dilakukan guna mewujudkan generasi yang berkeadaban.

Karena itu, lanjut Mationo pihaknya akan terus melakukan kerjasama dengan beberapa pihak terkait demi menekan kenalan remaja. Akan tetapi, sejatinya tidak remaja yang nakal jika diarahkan dan diberi ruang ekspresi.

“Untuk menyalurkan energi anak-anak pihak sekolah akan menfasilitasi semua bakat dan minat siswa. Dengan begitu energi negatif akan habis dengan sendirinya karena dia sibuk dengan hal positif,” pungkasnya. (yon/abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here