Bagian I: Pengertian dan Prinsip Pelaksanaan Syariat

0
350
inews.com

Oleh: Dr. Abdul Mu’ti M.Ed

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah

KLIKMU.CO

Secara bahasa, kata syariat berasal dari akar kata “syara’a” yang berarti jalan menuju ke mata/air atau sumber air. Walaupun pengertiannya tidak sama persis, syariat seringkali dipergunakan secara bergantian dengan ad-din dan al-millah. Padanan kata yang juga sering dipakai adalah sabil, shirat, dan thariq. Semua istilah tersebut dipergunakan di dalam Alquran untuk menjelaskan jalan yang dilalui atau ditempuh untuk mencapai ke suatu tempat tujuan. Meskipun demikian, syariat lebih khusus dipergunakan dalam pengertian yang lebih luas berkaitan dengan tuntutan yang berasal dari Tuhan yang harus dipatuhi dan diikuti.

Allah berfirman di dalam surah Al-Jatsiyah [45]:18;

ُم ْو َن َيْعلَ ِذ ْي َن لاَ َء ال ۤ ْه َوا ِ ْع اَ َتتب ِ ْعَها َولاَ اتب ْمرِ فَ َ ْيَعٍة م َن الا ْ ٰى َشرِ ٰن َك َعل م َجَعلْ ثُ

“Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat (peraturan) dari agama itu, maka ikutilah (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui.” Secara istilah banyak pengertian tentang Syariat. Pada umumnya para ulama menjelaskan Syariat sebagai wahyu yang diturunkan untuk manusia melalui para Rasul sebagai tuntutan untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Wahyu Allah adalah ajaran yang termaktub di dalam Alquran dan Sunnah Rasulullah Muhammad Saw.

Syariat mengandung ajaran yang meliputi aspek-aspek akidah, ibadah mahdlah (khusus), ibadah muamalah, dan akhlaq. Aspek akidah berkaitan dengan pokok-pokok keimanan yaitu beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad (Alquran) dan sebelum Nabi Muhammad (Taurat, Zabur, dan Injil), para Nabi/Rasul, dan Hari Akhir. Inti dalam aspek akidah adalah tauhid: menyembah hanya kepada Allah tidak menyekutukan Allah dengan yang lainnya baik dalam dzat, sifat, dan perbuatan. Ibadah mahdlah atau ritual yang berupa perkataan dan perbuatan tertentu yang diatur tata caranya (kaifiyat): syarat, rukun, waktu, tempat, pelaksanaan, dan sebagainya. Di antara ibadah mahdlah adalah shalat, termasuk shalat Tarawih. Ibadah muamalah adalah perkataan dan perbuatan yang diperintahkan oleh Allah yang berkaitan dengan hubungan antar manusia yang aturan dan pelaksanaan bersifat umum seperti berniaga, sewa-menyewa, utang-piutang, perkawinan, bekerja, dan sebagainya.

Akhlak adalah kepribadian/karakter manusia yang tercermin dalam perkataan, sikap, dan perbuatan utama yang nilai-nilainya berdasarkan dan sesuai dengan Islam, seperti berbakti kepada orang tua, saling menghormati, menolong sesama, dan sebagainya. Akhlak meliputi hubungan dengan Allah, sesama makhluk (manusia, binatang, tumbuhan, dan alam semesta), dan kepada diri sendiri. Termasuk akhlak kepada diri sendiri adalah menjaga kesehatan dengan perilaku hidup sehat seperti makan makan dan minuman yang halal dan bergizi, istirahat yang cukup, olah raga, dan sebagainya. Sesuai pengertian dan aspek-aspeknya, maka ada prinsip dan pelaksanaan Syariat.

Pertama, universal; Syariat Islam berlaku untuk seluruh umat manusia dimana saja dan sepanjang masa. Allah berfirman:

ُم ْو َن َيْعلَ َثَر النا ِس لاَ كْ ِك ن اَ ٰ لنا ِس َب ِشيْ ًرا وَنِذ ْيًرا ول ف ًة ل كَاۤ ٰن َك ِالا ْر َسلْ َو َمآ اَ

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Qs. Saba’, [34]: 28). Kedua, sesuai dengan kemampuan manusia.

Allah berfirman: ْۗت َت َسبَ َها َما اكْ يْ َسبَ ْت َو َعلَ َها َما كَ َ ُو ْسَعَهاۗ ل ُف اللهُ َن ْفًسا ِالا ُيكَل لاَ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya.” (Qs. Al-Baqarah [2]: 286). Ketiga, mudah dalam pelaksanaan. Selain sesuai dengan kemampuan manusia, pelaksanaan Syariat sebagai hukum taklifi juga berisi aturan alternatif dan keringanan (rukhshah) apabila manusia tidak mampu melaksanakan aturan sebagaimana mestinya karena keadaan tertentu dan kesulitan yang mengancam jiwanya. Allah memberi keringanan bagi mereka yang bepergian dan sakit untuk tidak berpuasa Ramadhan dengan mengganti pada hari lain setelah Ramadhan dan mereka yang lemah membayar fidyah untuk mengganti puasa.

Sebagaimana firman Allah: َۖر ُع ْس ْ ُم ال ِكُ ْيُد ب ُيرِ ُي ْسَر َولاَ ْ ُم ال ِكُ ْيُد اللهُ ب ُيرِ

 

“… Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” (Qs. Al-Baqarah [2]: 185). Keempat, seimbang yaitu seimbang antara hal-hal yang bersifat dunia dan akhirat, material dan spiritual, pribadi dan masyarakat. Sebagaimana disebutkan di dalam Alquran surat Al-Qashash [28] : 77

ْر ِۗض ِا ن اللهَ لاَ َ َف َساَد ِفى الا ْ ْ ال َتبْغِ َك َولاَ يْ َ ْح َس َن اللهُ ِال َمآ اَ ْح ِس ْن كَ َك ِم َن ال د ْنيَا َواَ َتْن َس َن ِصيْ بَ ِخَرَة َولاَ ٰ تٰى َك اللهُ ال داَر الا ْ ٰ ِفيْ َمآ ا َوا ْبَتغِ ُم ْف ِسِد ْي َن ْ ُي ِح ب ال

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”

Kelima, moderat (wasath) maksudnya tidak boleh berlebihan dalam beragama, termasuk dalam beribadah. Islam melarang sikap ekstrem (ghuluw) dan memaksakan diri. Di dalam sebuah Hadits Rasulullah bersabda: اوسطها الامور خير) urusan yang terbaik adalah yang moderat). Alquran memerintahkan manusia untuk shalat Jumat dan meninggalkan semua aktivitas untuk beberapa saat saja. Begitu shalat Jumat selesai mmanusia kembali bekerja, berniaga, dan aktivitas lainnya. Karena itu di dalam beribadah manusia wajib melaksanakan sesuai Syariat, tidak boleh berlebihan dengan menambah-nambah ajaran (bid’ah), melebihi kemampuan, atau mengurangi dan menghapuskan Syariat yang diajarkan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here