Baitul Arqom AMM Gubeng Surabaya #1: Mengembangkan Muhammadiyah Melalui Dakwah Kultural

0
80
Foto Ustad Suhadi (batik biru) ketika memberikan materi diambil dari dokumen panitia

KLIKMU.CO- Gubeng, Surabaya “Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata”

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gubeng Surabaya Ust Drs. Suhadi M. Sahli, M.Ag mengutip surat Al – Jumuah ayat 2 pada hari pertama materi ke-1 Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah di Masjid Baiturrahim Jl. Gubeng Kertajaya V-C No.19 Surabaya, Ahad (02/05).

“Pedoman hidup islami warga Muhammadiyah dalam berorganisasi memiliki 4 poin penting yaitu: pertama, muhammadiyah adalah amanah. Kedua, setiap kader berkewajiban memelihara, melangsungkan, menyempurnakan atas dasar 4 sifat wajib bagi nabi allah. Ketiga, menyelesaikan konflik dengan mengutamakan musyawarah. Keempat, menggairahkan ruh islam dan ruh al jihad” Sambung ust Drs. Suhadi M.Sahli, M.Ag.

Sementara itu, ust Imam Sapari, S.HI, M.Pd.I, pemateri ke-2, menyampaikan Muhammadiyah hadir dengan kepribadiannya yaitu gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan gerakan tajdid. Inilah yang menjadi kepribadian Muhammadiyah.

“Mari kita serukan dakwah Islam dan amar ma’ruf nahi nunkar dengan caranya masing-masing yang sesuai Al-Qur’an dan As Sunnah, kita ambil kearifan lokal, kita geliatkan dakwah kultural yang lebih mengakar dan tepat sasaran, seorang kader harus mampu  menggerakkan seluruh lapisan masyarakat sehingga terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” paparnya.

Terdapat 6 poin prinsip yang tersimpul dalam muqoddimah anggaran dasar yang mendasarkan segala gerak dan amal usahanya diantaranya: “pertama, hidup berdasar tauhid, ibadah dan taat kepada Allah SWT. Kedua, hidup bermasyarakat. Ketiga, berkeyakinan ajaran islam adalah landasan dan kepribadian untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Keempat, menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam. Kelima, ittiba’ kepada langkah perjuangan Rasulullah SAW. Terakhir, melancarkan perjuangan dan amal usaha dengan ketertiban organisasi,” terangnya.(Moch. Farid Syahrizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here