Baitul Arqom RSMS #3: Bekerja itu Ibadah, Maka Niatilah Agar Mendapatkan Nilai Ibadah.

0
49
Foto Pemateri baitul Arqom diambil oleh Habibie

KLIKMU.CO-Demikian disampaikan Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur Ustadz Dikky Shodqomullah, M.HES dalam Baitul Arqom ke 10 Karyawan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya di ruang serbaguna lantai 3 RS PKU Muhammadiyah Surabaya Jl KH Mas Mansyur 180-182 Surabaya, Sabtu (11/05).

“Dalam surat Azd-dzaariyat Allah menyampaikan kepada kita, Wamaa khalaktul jinna wal insa illaa liyakbuduuna. Saya ciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah, apapun yang kita lakukan itu semata-semata untuk ibadah,” paparnya.

“Ada orang itu yang seolah-olah ibadah tetapi hanya mendapatkan nilai dunia, ada orang yang mengerjakan amalan dunia tetapi nilainya ibadah akhirat. Contoh, melaksanakan shalat atau zakat tetapi karena ingin dipuji orang, suaranya bagus, maka amalan akhirat ini menjadi amalan dunia. Ketika makan dimulai dengan membaca basmalah dan di niati supaya kuat melaksanakan ibadah, maka hal ini urusan dunia tetapi bernilai akhirat,” ujarnya.

Sekretaris Majelis Tabligh PDM Surabaya itu melanjutkan, dalam surat albayyinah ayat 5 disebutkan bahwa Wamaaa umiruu illaa liya’budullaaha mukhlishiina lahuddiina, manusia tidak diperintahkan kecuali beribadah kepada Allah dengan ikhlas, semata-semata karena Agamanya.

“Ada pepatah arab mengatakan, Almadatu Muhimmah, sarana itu penting. Maka Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya itu harus memiliki sarana yang bagus. Tetapi ada berikutnya, Wattahariqatu Ahimmu Minal Maadah, Sistem atau managemen itu lebih penting. Waruuhul Insaanu Ahimmu Minhumaa, Ruhnya Karyawan itu lebih penting dari keduanya. Apa artinya manajemennya baik, apa artinya gedungnya bagus, kalau pelaku-pelakunya tidak baik,” katanya.

Menurut dia, RS PKU Muhammadiyah Surabaya harus memiliki managemen yang baik, mulai dari depan security, petugas kebersihan, loket, kasir, perawat, bidan bahkan sampai direktur harus sinergi. “Ketika rumah sakit mampu bersinergi maka akan semakin maju dan kesejahteraan Karyawannya meningkat,” jelasnya.

Orang bekerja itu, sambungnya, seperti orang yang berjihad karena pertama, bersifat profesional. “Meningkatkan kualitas diri, karyawan seperti perawat, security, bidan atau yang lainnya itu harus peka terhadap gerak-gerik pasien, ketika menjumpai pasien yang bingung langsung didatangi dan ditanya, kemudian diantar kemana tujuan pasien tadi,” paparnya.

Kedua, karyawan itu seorang kreator. “Kalau ada pasien datang ke rumah sakit langsung dilayani, masalah administrasi keluarganya diarahkan ketempat admin. Jangan sampai ada pasien gawat datang disuruh ke admin dulu baru dilayani,” katanya.

Ketiga, Karyawan itu seorang penuntun. “Ketika ada pasien datang, kemudian tolah toleh, maka kita datangi dan ditanya, mau kemana Pak Bu? Mari saya antar. Kalau perlu disetiap sudut dikasih tulisan, meskipun begitu tetap saja ada yang bingung, maka tugas kita mengarahkan,” tuturnya.

Keempat, Karyawan itu seorang dai. “Dai itu bukan hanya seorang ustadz, tugas dai itu kita semua, ajaklah mereka untuk mengingat Allah, semua yang ada di rumah sakit ini punya kewajiban untuk menyampaikan kebaikan,” tambahnya. (Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here