Baitul Arqom RSMS #4: Hidup Ini Ibarat Film Avenger Endgame

0
127
Foto ilustrasi diambil dari Instagram

KLIKMU.CO-RS PKU Muhammadiyah Surabaya yang berada di Jl KH Mas Mansyur 180-182 Surabaya mengadakan Baitul Arqom karyawan yang ke sepuluh (10) di ruang serbaguna lantai 3 RS PKU Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (11/05/19).

Hadir sebagai pembicara dalam acara ini Ketua Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya Ustadz Ferry Yudi Antonis Saputro, S.H.I., M.Pd.I., C.TMI., C.Pt.

Acara dimulai dengan menonton cuplikan film box office mulai dari Avenger, Superman, Batman, Transformer, Oblivion, Ghost Rider hingga Avatar seluruh peserta begitu semangat ditambah lampu dimatikan, terasa nonton Bioskop di Galaxi Mall Surabaya.

Setelah menonton selesai, Ustadz Fery-biasa dipanggil-bertanya kepada para peserta. “Satu kata Bapak Ibu, ketika tadi jenengan semua melihat film tadi, apa yang Bapak Ibu rasakan,? tanya dia. “Seru, serem, seneng, mengerikan seandainya terjadi, ada pahlawannya, tombo ngantuk,” jawab peserta.

Sebutkan tokoh yang Bapak Ibu ketahui,? tanya lagi Ustadz Fery. “Ada Superman, Thor, Kapten Amerika, Transformer, Hulk, Spiderman ,” kata peserta.

Foto pemateri baitul arqom diambil oleh habibie

Kalau kita lihat film tadi, sambung dia, kira-kira ada tidak kejadiannya, atau hanya sekedar fiksi, sekedar film,? Jadi film yang dibuat tadi itu hasil dari sebuah pemikiran, pemikiran ingin menunjukkan bahwa didunia ini ada kebaikan, ada keburukan, ada kejahatan. Manusia itu sama, siapapun itu berpotensi melakukan kebaikan dan kejahatan.hidup

Menurut dia, manusia itu oleh Allah diberi ilham. “Faalhamahaa fujuuraha wataqwaaha, manusia, siapapun itu, beriman atau tidak beriman, diberikan potensi untuk berbuat kebaikan  dan kebajikan serta potensi berbuat kejahatan. Memiliki potensi melakukan kemaksiatan,” papar wakil Ketua Pemuda PWM Jawa Timur itu.

Tetapi, kata dia, potensi-potensi itu adalah the choice, pilihan. Sama dengan jenengan hari ini, diberi pilihan, datang, silahkan, tidak datang silahkan. Tetapi setiap pilihan ada konsekwensinya.

“Para pahlawan dan teman-temannya itu memiliki jalan hidupnya untuk membela yang lemah, sama ketika hari ini memberikan pilihan kita untuk bakerja dilingkungan persyarikatan Muhammadiyah yang tidak hanya bekerja mencari rupiah tetapi di situ ada nilai-nilai dakwah,”katanya.

Bapak Ibu Bekerja, mencari poin atau coin,? Yang cari poin, coba ngacung, pinta dia. Satu orang yang ngacung. Yang cari koin siapa? Semua angkat tangan, disambut ketawa peserta. “kalau bekerja  itu harus cari poin, maka coin  pasti akan datang. Berikan yang terbaik maka Allah akan menyelesaikan sisanya.”tandasnya. Ini harus jadi pedoman kita.

Maka Bapak Ibu, mind set  kita  harus kita st up untuk banyak-banyak berfastabiqul Khairat untuk mengumpulkan poin maka koin itu akan datang, pasti itu,” tegasnya. “Tetapi kalau kita segmennya adalah koin maka poin itu tidak akan pernah dapat karena kita langsung nembak receh. Menembak receh, dan itu memang manusiawi, kita tidak akan bisa ngomong, ceramah pada orang yang sedang kelaparan, maka harus dikasih konsumsi dulu,” tambahnya. (Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here