Baitul Arqom RSMS #6: Lima Harapan dan Tantangan lembaga Kesehatan Ini

0
135
Foto Pemateri Ferry Yudi AS ketika memberi motivasi kepada peserta diambil oleh habibie

KLIKMU.CO Kegiatan Baitul Arqom yang ke sepuluh Karyawan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya Jl KH Mas Mansyur 180-180 yang dilaksanakan pada  sabtu (11/50  memasuki sesi terakhir, materi penutup disampaikan oleh Ustadz Ferry Yudi Antonis Saputro, S.H.I., M.Pd.I. dari Ketua Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

Dengan diiringi musik motivasi, dia mengajak kepada seluruh peserta untuk memahami bawah dakwah tidak sekedar retorik, bahwa dakwah bisa dilakukan dimana saja, setiap individu adalah pioner untuk melaksanakan dakwah.

“Dakwah adalah salah satu yang membuat beda dengan manusia-manusia yang lainnya, dakwah adalah senjata kita, maka agar dakwah kita bisa berkembang, bisa diterima di semua masyarakat, bekerja di amal usaha Muhammadiyah ( AUM)  khususnya bapak ibu sekalian yang bekerja di AUM Kesehetan, punya peran penting agar rumah sakit ini agar tidak menjadi rumah sakit pada umumnya, rumah sakit ini harus memiliki nilai plus ( added Value). Maka tuliskan lima harapan agar rumah sakit Muhammadiyah bisa memberi pelayanan terbaik tidak hanya pelayanan bagi pasien tetapi juga memberikan kesejahteraan bagi karyawan baik medis atau non medis.”

Jujur, pinta dia, sesuai hati nurani, dari hati yang paling dalam. “Harapan yang memberikan konstruktifisme pembangunan, baik secara fisik, mental, finansial atau apapun yang menurut panjenengan menaikkan derajat baik secara institusional maupun individual.

“Sampun, Bapak Ibu,? “Belum,” jawab peserta. Tidak apa-apa nyontek,ini bukan ujian kok. Tetapi luar biasa kalau ini hasil dari pemikiran sendiri,” katanya.

Inilah harapan-harapan yang ditulis oleh karyawan RS PKU Muhammadiyah Surabaya:

Pertama. Menjadikan rumah sakit yang Islami, terdepan dalam dakwah Muhammadiyah.

Kedua. Menambah pelayanan kesehatan.

Ketiga. Pemimpin yang mencintai dan melindungi karyawan dan karyawan yang menghormati pimpinan nya.

Keempat. Memperluas dan dan menambah sarana prasarana.

Kelima. Pemimpin yang adil tanpa pandang bulu.

Ancaman-ancaman terhadap RS PKU Muhammadiyah Surabaya:

Pertama. Regulasi pemerintah tentang Undang-undang kesehatan.

Kedua. Kompetitor yang agresif.

Ketiga. Klaim BPJS yang sering terlambat dalam pembayaran.

Keempat. Komunikasi antar karyawan dan pimpinan yang kurang lancar.

Kelima. Perencanaan yang kurang kuat. (Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here