Bang Dahnil: Jenderal Soedirman Adalah Mata Air Keteladanan Bangsa

0
87
Dahnil Anzar Simanjuntak saat mengisi Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan HW. (Istimewa/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Ketokohan Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman tidak bisa lepas dari aktivitas di Muhammadiyah dan Hizbul Wathan. Aktivitas pengabdian awalnya ia mulai saat menjadi guru di HIS (Hollandsch Indlandche School) Muhammadiyah di Cilacap.”

Demikian kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Jubir Menteri Pertahanan, dalam Dialog Kebangsaan Kwarpus HW, Ahad (24/1/2021). Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan HW ini merupakan momen untuk memperingati hari lahir Jenderal Soedirman yang jatuh pada 24 Januari sekaligus acara Pra-Tanwir Kedua Hizbul Wathan (HW).

Menurut Bang Dahnil, sapaan akrabnya, kepemimpinan Jenderal Soedirman telah terbentuk saat Soedirman muda aktif di Kepanduan Hizbul Wathan (HW). Ketokohan Jenderal Soedirman menjadi mercusuar atau simbol keberanian, loyalitas, dan kepemimpinan bangsa.

“Dalam buku yang ditulis Yudhi Latief berjudul Mata Air Keteladanan: Pancasila dalam Perbuatan (2014), Jenderal Soedirman menjadi salah satu ikon dari mata air keteladanan itu,” paparnya.

Bang Dahnil menambahkan, banyak catatan sejarah yang berisi tokoh-tokoh bangsa dan salah satunya adalah Jenderal Soedirman. Merangkum semua aktivitas Soedirman dan seluruh proses kepemimpinan sampai tahap-tahap memimpin TNI diinspirasi oleh Hizbul Wathan (HW).

Sebelum menjadi Panglima Besar TNI, kebiasaan yang dibangun di Perang Gerilya bahkan sudah ia lakukan pula di Kepanduan Hizbul Wathan.

“Hizbul Wathan (HW) telah melahirkan banyak tokoh bangsa dan ini salah satu bentuk kecerdasan Kiai Dahlan yang awalnya terinspirasi dari Patvinder di Mangkunegaran bernama Javaanche Padvinders Organisatie (JPO),” terang mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Inspirasi tersebut, lanjut Dahnil, memberikan kecerdasan dan gerakan positif bagi anak bangsa berikutnya. “Kiai Dahlan itu karakternya sangat terbuka dan inklusif, artinya membuka diri dan beradaptasi serta mengadopsi yang dianggap baik bahkan nilai lain dari peradaban lain termasuk Patvinder,” kata Dahnil.

“Kehadiran Hizbul Wathan menjadi satu kekuatan nasional yang luar biasa. Artinya, Kiai Dahlan sejak mendirikan Hizbul Wathan sebagai gerakan patriotik anak muda sehingga mampu menumbuhkan nasionalisme dan patriotisme yang sejalan dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here