Bang Dahnil: Nalar Ekonomi (Politik) Rente

0
459
Foto Dahnil Anzar Simanjutak diambil dari facebook

KLIKMU.CO

Oleh: Dahnil Anzar Simanjutak*

Memastikan kebijakan ekonomi Indonesia pada jalur yg benar bukan sekedar tentang teknorasi ekonomi lengkap dengan formula statistik matematis, an sich, yang paling utama adalah komitmen pemimpin untuk memastikan tidqk kalah dan tunduk dengan para pemburu rente.

Kita berkutat pada debat teknorasi dan teknis ekonomi, pusat kanker ekonomi Indonesia bukan disitu, pusat kanker ekonomi kita ada pada pembuat kebijakan yang kalah dengan laku rente dan tunduk kepada para pemburu rente. Maka kuota-kuota impor jadi mainan, data dibuat kabur, manipulasi ramai menjadi festival kebijakan ekonomi Indonesia.

Tengok saja, kurang hebat apa para ekonom-ekonom seperti Sri Mulyani yang terus dihujat oposisi sebagai neolib dan agen asing, giliran oposisi berkuasa tetap dipakai tuh ekonom neolib?. kampanye ekonomi kerakyatan dulu, langsung lupa. Jadi, masalah kebijakan ekonomi kita bukan pada teknis ekonominya namun pada integritas Pemimpinnya.

Oposisi sekarang juga berteriak hal yang sama dengan oposisi dulu ketika SBY berkuasa, tapi apakah akan berlaku yang sama ketika berkuasa nanti?. Jadi, yang penting kita tagih dari janji-janji itu bukan sekedar kemampuannya menjelaskan masalah teknorasi ekonominya, karena hal itu de javu, pengulangan dari rezim ke rezim, sekarang yang perlu kita tagih dan tunggu adalah komitmen untuk berani melawan laku nalar rente dalam kebijakannya kelak, dan “menenggelamkan” para pemburu rente dan bandit politik.

Jadi tugas utama Presiden kedepan adalah “perang” lawan bandit politik pemburu rente, bila deklarasi itu jadi janji yang sungguh-sungguh. Maka, baru kita mulai formula-formula ekonomi berkemajuan itu.

*Pengajar Ekonomi dan Keuangan Publik/Penulis Buku “Nalar Politik Rente (2017), Dinasti Rente (2014), Akrobat Pembangunan (2011)”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here