Bang Zul: Kader IPM Harus Upgrade Diri agar Tak Tergilas Zaman

0
159
Mantan Ketua MPR Zulkifli Hasan saat mengisi acara IPM. (Tangkapan layar Tim Media IPM)

KLIKMU.CO – Sejumlah tokoh hadir dalam acara Pembukaan Tanwir Pra-Muktamar XXII IPM, Kamis (25/3/2021). Antara lain mantan Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Ketua PP Dahlan Rais.

Zulkifli Hasan hadir dalam rangka mengisi seminar empat pilar kebangsaan. Dia menyampaikan akan pentingnya demokrasi yang bersih. Menurut Bang Zul, sapaan akrabnya, dalam demokrasi terbuka luas kesempatan karena ada tarung bebas.

“Semua peluang terbuka untuk rakyat. Untuk mengawal jalannya proses demokrasi yang benar juga perlu menyadarkan sekeliling terlebih dahulu,” ketua umum PAN tersebut.

Zulkifli melanjutkan, empat pilar tersebut ialah landasan ideologi, konstitusi, persatuan, dan kesatuan serta semangat keberagaman sebagai modal sosial membangun kekuatan bangsa. Bang Zul juga menekankan bahwa ilmu yang unggul riset tidak akan sukses tanpa gemar membaca.

”Bawalah moto nuun wal qolami wa mayasthurun dan jiwailah visi fiddunya wal akhiroh,’’ pesannya.

Sejumlah kader IPM mendengarkan pemaparan materi dari Zulkifli Hasan. (Tim Media IPM)

Saat ini, kata dia, semua rakyat Indonesia memiliki peluang yang sama untuk memasuki dunia bebas. Zulkifli pun memberikan saran kepada para kader IPM penerus pemimpin Muhammadiyah dan bangsa. ”Upgrade diri sehebat-hebatnya agar tidak tergilas zaman. Kalian anak muda harus kerja keras dan berjuang habis-habisan,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Dahlan Rais dalam kesempatan terpisah menuturkan, keberadaan organisasi pelajar seperti IPM ini mampu menjadi kawah candradimuka. Sebab, di situ ada pembelajaran manajemen kepemimpinan serta strategi menyelesaikan setiap persoalan sehingga mampu menciptakan kader-kader yang siap menjadi generasi penerus persyarikatan maupun bangsa.

Salah satu fokus gerakan IPM, lanjut Dahlan, adalah pembentukan karakter yang dipayungi akhlak mulia. Dahlan Rais pun mengungkap tulisan-tulisan lama pelajar Muhammadiyah dan sebuah kaligrafi yang memajang tulisan “innama buistu liutammima makarimal akhlak”.

“Dari sekian banyak hadis, hadis tentang akhlak justru yang ditampilkan. Pasti ini bukan sembarang mencantumkan. Ini untuk mengingatkan kita sekalian sebagai kader persyarikatan bagaimana pentingnya akhlak itu,” ungkap Dahlan Kamis (25/3/2021).

Saat ini, lanjut Dahlan, akhlak semestinya menjadi prioritas utama dalam pembentukan kepribadian setiap pelajar. “Inilah arti penting keberadaan IPM sebagai penawar dari kebobrokan akhlak saat ini. Sebagai ortom Muhammadiyah, IPM harus jadi pelajar yang berkarya nyata. Karya nyata itu bisa diawali dengan memiliki insan yang berakhlak mulia,” tegasnya ketua PP Muhammadiyah itu. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here