Bangkitlah Indonesia Sekarang Juga, Jangan Tunggu Vaksin!

0
511

Oleh: Dr Siti Fadilah Supari SpJP(K) *)

KLIKMU.CO

Pak Jokowi telah menetapkan agar melonggarkan PSBB, dengan maksud agar bangsa ini secara bertahap mampu mengembalikan kegiatan sosial dan membangun perekonomian Indonesia pulih kembali.

Seperti yang kita saksikan, seluruh dunia terpuruk. Negara adidaya seperti Amerika pun menderita, bahkan kasusnya terbanyak di dunia dan kematiannya pun sangat banyak. Pergerakan ekonomi dan perdagangan terhenti.

Di Eropa pun demikian juga, korbannya cukup banyak. Apalagi, khusus di negara Italia sangat parah boleh dikatakan terbanyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk.

Saat ini mereka semua mulai menggeliat sadar mereka harus bangun dari ketakutan dan kekawatiran. Mereka harus bangun dari keterpurukan ini untuk memulai kehidupannya lagi.

Namun, Bill Gates mengatakan bahwa yang mampu menghentikan wabah Covid hanyalah vaksin korona. Dia sangat yakin vaksin unggulannya akan siap 18 bulan ke depan. Bill Gates juga menekankan kalaupun wabah korona ini berhenti, belum tentu kalian bisa kembali seperti dulu lagi (?). Mungkin dia mengacu ketika spanish flu 1918 selesai. Terjadi perubahan peradaban yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.

Anthony Fauci mengatakan awas kalau ada negara yang cepat-cepat membuka lockdown-nya pasti akan mengalami perburukan penularan Covid dan wabah akan lebih dahsyat lagi. Sedangkan WHO menyatakan tidak akan pernah ada vaksin sebelum akhir 2021.

Dr David Nabarro, seorang profesor dari global health di Imperial College London dan sekarang sebagai special envoy WHO untuk Covid-19, mengatakan bahwa kemungkinan besar tidak akan pernah ada vaksin yang efektif untuk korona. Memang ada penyakit-penyakit yang tidak ditemukan vaksinnya. Contohnya HIV/AID, dengue. Maka kita harus bisa hidup berdamai dengan korona.

Menurut saya, andaikan vaksin dari Bill Gates dkk benar siap, kita harus ingat ketika Ejikman melakukan sequencing virus strain Indonesia ternyata karakter virus kita berbeda dengan virus yang beredar di negata yang sedang getol mengadakan uj icoba vaksin yang akan diproduksi besar-besaran untuk sedunia.

Kita harus hati-hati di sini. Berarti vaksin yang sedang mereka bikin berasal dari virus yang karakternya berbeda dengan vìrus yang ada di Indonesia. Maka, tidak akan kompatibel dengan kita (tidak cocok sehingga tidak akan efektif).

Kalau kita melihat negara Cina, Wuhan telah kembali memulai kehidupan baru setelah korona, dengan tanpa vaksin tapi menggunakan obat tradisional.

Cina menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi korona dari awal, terus lockdown dan kemudian korona terhenti. Setelah itu ekonomi mulai bangkit kembali.

Tidak perlu heran karena Cina negara dengan asas otoritarian. Maka, dalam menghadapi emergency seperti wabah korona ini desicion making sangat efektif, komunikasi searah sangat cepat, tanpa kendala, sangat dibutuhkan.

Dan ini hampir tidak mungkin terjadi di negara-negara yang menganut asas demokrasi. Yang selalu ada pro-kontra sehingga suatu keputusan makan waktu lebih banyak.

Cina dengan jelas menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bisa bangkit tanpa vaksin dan mereka siap dengan gelombang kedua dengan virus yang berbeda pula.

Bisa tuh.

Di samping itu, kalau kita mendengarkan Bill Gates dkk yang sudah invest dananya di dalam bisnis vaksin dunia, mau tidak mau kita ya harus ikuti maunya mereka. Maka, kita harus perpanjang PSBB diam saja di rumah. Ekonomi kita akan nyungsep lebih dalam lagi sampai tahun 2021 berakhir?

Apakah itu yang kita pilih? Nunggu vaksin yang belum tentu jadi dan belum tentu cocok.

Berpikirlah, saudaraku setanah air.

Ingat pendapat lain dari seorang expert yang bernama Dr Nabarro yang tidak ada pretensi dalam bisnis vaksin mengatakan pendapat yang jujur seperti di atas, hidup berdamai dengan korona, tapi tetap waspada.

Kita harus berada di antara itu. Kita harus mengukur diri kita sendiri dengan jujur ada di posisi mana kita berdiri. Kita harus bangkit dari keterpurukan ini. Tapi kita juga selamat dari korona.

Sudah cukup kita diam di rumah sudah cukup kita tidak bekerja normal tidak sekolah seperti biasanya. Sampai kapan kita harus mulai?

Pak Presiden sudah tiup peluit, memukul genderang untuk bergerak tapi semoga aturan pemerintah tidak bertambah banyak. Misalnya, boleh naik kapal terbang tapi saratnya banyak dan akhirnya yang bisa terbang sedikit. Dari segi ekonomi tidak menguntungkan.

Kalau mau melonggarkan PSBB itu ya longgarkan saja aturan-aturan yang sudah ada. Jangan bikin aturan baru, lakukan dengan bertahap.

Misal KRL tidak boleh jalan tadinya, oke sekarang boleh tapi isinya jangan 100%  dulu. Mungkin mulai dari 50 % terus 70% dulu dan seterusnya. Ini sudah betul.

Pergerakan warga adalah sumbu pergerakan ekonomi setidaknya ekonomi rakyat yang harus nomer satu bangkit. Kalau ekonomi rakyat bangkit pemerintah akan lebih ringan tugasnya dalam memenuhi social safety netnya . Mungkin sudah tidak akan diperlukan lagi.

Kalau pergerakan warga dibatasi terus bagaimana ekonomi bisa  hidup lagi? Yang harus diingat adalah pergerakan warga tidak menimbulkan penyebaran korona lebih buruk.

Kita harus berjalan di antara pilar yang seimbang, pergerakan warga dengan cara yang sehat, hati-hati harus pakai masker, jarak satu meter dengan lainnya, dan tidak bersentuhan dan cuci tangan. Hidupkan lagi perilaku hidup bersih sehat. Ingat, jangan terlalu takut penularan korona hanya lewat droplet ( WHO), mestinya dengan masker cuci tangan dan berjarak sudah cukup.

Pihak pemerintah hendaknya menyediakan sarana swab test molecular base made in Indonesia berdasar virus strain Indonesia karena lebih valid. BPPT sudah siap, mudahkan rakyat menjangkaunya.

Siapkan pula primer untuk PCR di laboratorium, dengan basis virus strain Indonesia juga

Siapkan RS yang sudah ada menjadi lebih baik lagi, tingkatkan dan luaskan penelitian terapi plasma yang dirintis oleh Ejkman. Jadikan sebagai standar prosedur resmi untuk terapi penanganan korona di RS. Cukupkan ventilator dan dokter-dokter sudah lebih berpengalaman selama ini.

Jadi rakyat tenang harus sehat, boleh sakit tapi kalau sakit tidak akan mati (bisa sembuh). Artinya sewaktu-waktu PSBB lagi tidak susah, anggap dinamika kehidupan jangan jadi beban.

Ada pengertian umum agar kita lebih yakin untuk lebih berani: (rakyat maupun petugas).

Bangsa kita ini bangsa yang kuat menderita.

Bangsa kita ini bangsa yang kaya sinar matahari, korona takut sinar matahari.

Bangsa ini makan empon-empon, sejak lahir korona tidak suka empon-empon.

Bangsa ini disuntik vaksin BCG ketika masih kecil.

Ada penelitian di mana negara yang melaksanakan imunisasi BCG sejak lama korban korona hanya 1/6 di banding dengan negara yang tidak pernah vaksinasi BCG.

Maka tidak ada alasan kita menunggu lebih lama lagi. Kalau ekonomi menggeliat kita akan cepat hidup seperti dulu bahkan harus lebih baik dari dulu.

Bagaimana caranya bangkit?

Kita butuh revolusi berpikir.

  1. Pemerintah dan rakyat harus bersatu dalam satu komitmen bahwa kita harus memulihkan keadaan secepat kita bisa tanpa mengabaikan kesehatan.
  2. Pemerintah dalam membuat kebijakan sebaiknya tidak memperberat beban rakyat. Mereka sudah cukup menderita. Dan rakyat itu tulang punggung negara . Kalau rakyat lemah ketahanan nasional juga lemah. Saat ini sebagian dari mereka, tidak punya uang tidak punya kerja. Bahkan utk keperluan makan. Sebagian dari mereka yang mampu membagikan makanannya untuk mereka yang tidak mampu.Politicall will pemerintah utk melindungi rakyatnya langsung sangat penting utk memperkuat kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya.
  1. Kalau rakyat percaya penuh dg pemerintah maka saya yakin untuk bangkit sekarangpun kita bisa, disana kita menang.
  2. Jangan takut Hilangkan ketakuran kecemasan yang tidak perlu terhadap korona. Apa yang ditakuti ? Kita bisa melalui dalam beberapa bulan ini dengan sangat lumayan.

Angka-angka laporan Kemenkes tidak menunjukkan perburukan penularan Hanya menunjukkan data kumulatif dari awal Maret 2020.

Yang jelas didalam laporan harian itu yang berhasil disembuhkan semakin banyak dan yang meninggal lebih sedikit .

Kata WHO penularannya eksponensial tapi kalau kita lihat pada kasus pertama yang di umum kan presiden waktu itu (ada dua org perempuan). Setelah ditelusuri ODP nya yang positif ketularan hanya dua org dari 80 orang . Padahal kebersamaan mereka tanpa masker cukup lama ruangan itu .

Artinya hanya 2 dari 80 org tertular. Hitungan kasar penularannya hanya 2.5% .

Sekarang kita punya kira2 269 ribu odp ,( di laporan harian kemenkes) kalau itu di pertiksa semua maka kita akan punya gambaran seperti apa penularannya .

Jadi tidak perlu takut tapi tetap ” eling lan waspodo

Eling itu inget masih dalam masa pandemi , dan waspodo itu harus tetap mengikuti protokol psbb yang dilonggarkan sesuai anjuran pemerintah.

Setelah kita yakin, eling lan waspodo, ayo kita bangkit untuk membangun kembali peradaban dengan menggerakkan kehidupan sosial dan roda ekonomi.

Kata  Xi Jinping, korona adalah perang. Bill Gates juga mengatakan ini seperti perang dunia kedua.

Maka kita sekarang harus punya mindset perang-terhadap virus, terhadap ketakutan, terhadap keterpurukan, terhadap kebingungan.

Ingat justru negara kita merdeka setelahperang dunia kedua. Maka dalam peperangan ini kita harus berani mengambil risiko untuk menang.

Ayo kita bangkit sekarang juga bangsa Indonesia. Gerakkan warga dengan cara yang sehat dan aman untuk gerakan pembangunan ekonomi rakyat yang mandiri. Kita harus hidup yang lebih baik lagi. (*) 

*) Mantan Menteri Kesehatan Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here