Bantah Tuduhan Lobi-Lobi Tiongkok Mengenai Muslim Uighur, Muhammadiyah Tegaskan 7 Pandangan dan Sikap

0
596
Pernyataan pandangan dan sikap Muhammadiyah atas pelanggaran HAM muslim Uighur di Tiongkok.

KLIKMU.CO – Tuduhan Wall Street Journal (WSJ) soal muslim Uighur di Tiongkok yang menyudutkan Muhammadiyah dan ormas Islam lainnya memang perlu diklarifikasi. Untuk itu, Senin kemarin (16/12) Muhammadiyah mengeluarkan sikap resmi terkait dengan permasalahan HAM muslim Uighur di Tiongkok.

Berikut pandangan dan sikap yang tercantum dalam tujuh poin pernyataan pers Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor: 507/PER/I.0/I/2019 tentang Permasalahan HAM di Xianjiang, Tiongkok.

Pertama, antara lain berbunyi menyesalkan pemberitaan Wall Street Journal yang menyebutkan adanya fasilitas dan lobi-lobi pemerintah Tiongkok terhadap PP Muhammadiyah, PB NU, dan MUI sebagai upaya memengaruhi sikap politik Muhammadiyah, NU, dan MUI atas permasalahan HAM di Xianjing. PP Muhammadiyah mendesak Wall Street Journal agar meralat berita tersebut dan meminta maaf kepada warga Muhammadiyah.

Kedua, mendesak kepada pemerintah Tiongkok untuk lebih terbuka dalam memberikan informasi dan akses mengenai kebijakan di Xianjiang dan masyarakat Uighur.

“Pemerintah Tiongkok agar menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM terhadap masyarakat Uighur,” lanjut bunyi poin kedua.

Poin ketiga, mendesak kepada PBB untuk mengeluarkan resolusi terhadap pelanggaran HAM atas masyarakat Uighur, Rohingya, Palestina, dan sebagainya.

“Mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengadakan sidang khusus dan mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan pelanggaran HAM, khususnya di Xianjing,” bunyi poin keempat.

Kelima, antara lain berbunyi mendesak pemerintah Indonesia agar menindaklanjuti arus aspirasi umat Islam dan bersikap tegas terhadap pelanggaran HAM di Xianjing.

Keenam, mengimbau umat Islam agar menyikapi dengan penuh kearifan, rasional, damai, dan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan persatuan bangsa.

“Kepada warga Muhammadiyah agar konsisten menyikapi persoalan dengan cerdas, berpegang teguh pada khitah dan kepribadian, serta tidak terpengaruh oleh berita media sosial yang menghasut,” bunyi poin ketujuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here