Bantu Aktivitas Warga, Umsida Pasang Lampu Tenaga Surya

0
110
Tim Umsida memasang lampu PJU tenaga surya di Desa Kalialo Kupang, Jabon, Sidoarjo. (Shinta Amalia/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Terbatasnya penerangan jalan umum (PJU) saat malam hari di Desa Kalialo Kupang, Jabon, Sidoarjo, menghambat aktivitas warga. Terutama mereka yang bekerja memproduksi udang, bandeng, dan rumput laut. Melihat persoalan itu, Pusat Studi Teknik dan Energi (PSTE) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengoordinasi pembuatan PJU dengan tenaga surya.

Ketua PSTE sekaligus Ketua Pelaksana Boy Isma Putra ST MM menjelaskan pentingnya penerangan jalan umum. ”Dengan kondisi jalan kampung yang terang, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan penghasilan masyarakat di Desa Kalialo Kupang,” ujarnya, Senin (8/2/2021).

Boy Isma menambahkan, program PJU di Desa Kalialo Kupang membutuhkan sekitar 3 tahun pendanaan untuk menerangi jalan desa. Program pertama ini berlangsung selama 5 bulan dan pemasangan lampu PJU dilakukan pada 26 Januari 2021.

Menurut Kasi Kemahasiswaan Fakultas Saintek Umsida tersebut, program PJU ini memanfaatkan tenaga surya (solar cell system) dengan kemampuan lampu menyala di musim hujan selama 7 jam, yakni pukul 18.00-01.00.

“Keunggulan lain lampu tenaga surya ini menggunakan komponen photovalvic, sebuah sistem photovoltaic (PV) yang menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi gelombang listrik dengan tegangan antara 12-14 volt,” paparnya.

Pria 47 tahun tersebut menjelaskan, cara kerja lampu ini adalah sinar matahari diserap oleh photovaltaic. Kemudian, sinar diubah menjadi arus listrik dan masuk ke pengontrol arus. Dari sana, arus disimpan ke aki. Saat akan digunakan, arus diambil dari tenaga listrik yang sudah tersimpan di aki.

Nah, pembuatan lampu tenaga surya dilakukan kurang lebih selama 3 minggu dimulai dari pembuatan per komponen. “Tidak ada kendala teknis selama pembuatan lampu tenaga surya tersebut. Akan tetapi, dalam pemasangan lampu, tim dihadapkan dengan kondisi medan akses jalan yang masih jalan makadam dan becek selama musim hujan,” ujarnya.

Dirinya dan tim mengaku sangat senang dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan kemaslahatan bagi penduduk secara nyata, khususnya untuk masyarakat di daerah pertambakan. “Ke depan, Umsida akan rutin memantau dengan turun ke lapangan agar dapat memastikan lampu berfungsi dengan baik dan memberikan penyuluhan cara perawatan lampu,” tandasnya. (Shinta Amalia/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here