Begini 3 Ciri Sekolah Muhammadiyah Berkemajuan Menurut Dahnil

0
5745
Karakter Berkemajuan: Dahnil Anzar Simanjuntak Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah saat menyampaikan materi pada acara Baitul Arqam II Guru dan Karyawan Sekolah Muhammadiyah se-Cabang Ngagel. (Foto: Syamsuddin)

KLIKMU.CO – Tak bisa dipungkiri, dunia pendidikan di Indonesia—khususnya pendidikan di sekolah bernuansa Islam berkemajuan—beberapa masalah terhadap anak didik kerap membuat para pendidik kewalahan. Hal itu bisa jadi karena kurangnya penerapan yang memadai dari substansi pendidikan itu sendiri.

Melihat fenomena itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjutak menyerukan tiga ciri utama yang harus dimiliki sekolah berorientasi Islam berkemajuan. Pesan itu ia sampaikan dalam acara Baitul Arqam II Guru dan Karyawan sekolah Muhammadiyah se-Cabang Ngagel di Masjid Nurul Ilmi SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Surabaya, Sabtu (19/5).

Dahnil merinci dari ketiga hal itu, yang pertama ialah soal akhlak. Ia mengatakan bahwa akhlak memiliki kedudukan yang penting dalam pendidikan.

“Yang pertama adalah ahlak yang tinggi. Saat ini kita khawatir anak kita mempunyai nilai yang jelek, tetapi tidak khawatir ketika siswa-siswa mencontek. Kita masih disibukkan nilai- nilai dalam bentuk angka. Kita harus mengubah mindset itu,” kata Dahnil di depan 430 peserta.

Berikutnya, menurut Dahnil ialah pentingnya memiliki pengetahuan yang memadai. Para pendidik harus lebih banyak membaca rujukan yang jelas, serta mengutamakan tradisi dialog.

“Berikutnya adalah ilmu pengetahuan yang tinggi. Guru-guru sekarang ini dihadapkan pertarungan info dari sosial media dan internet. Kita tidak bisa sembarangan memberikan info karena banyak sumber. Yang harus dipertahankan adalah tradisi dialog dan membaca. Siswa kita kurang suka membaca karena sibuk dengan gadget,” tukas Dahnil.

Yang terakhir dan penting adalah tauhid yang murni. Menurut Dahnil, dari ketiga hal tadi inilah sifat yang paling utama.

“Jika tiga hal ini dirajut dalam ruhul ikhlas, maka Muhammadiyah akan tetap menjadi gerakan dakwah Islam. Bapak Ibu gurulah yang menjadi ujung tombak untuk menjadikan siswa-siswi yang berideologi Muhammadiyah, menjadi kader-kader Muhammadiyah,” tandasnya. (Tanti Puspitorini/Frd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here