Begini Beda Watak Egoistik dan Altruistik di Muhammadiyah Menurut Dahnil

0
977
Watak Altruistik: Dahnil Anzar Simanjuntak saat menyampaikan tausiyah di acara Baitul Arqam II Majelis Dikdasmen PCM Ngagel di SMAMDA. (Foto: Syamsuddin)

KLIKMU.CO – Ketua Umum Pimpinan Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzhar Simanjutak berkesempatan memberikan tausiyah dalam acara Baitul Arqam II Guru dan Karyawan di Masjid Nurul Ilmi SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Surabaya, Sabtu (19/5).

Dalam agenda bertema “Islam Agamaku Muhammadiyah Gerakanku” itu, Dahnil memaparkan kiprah Muhammadiyah terhadap masyarakat dan bangsa. Menurutnya, besarnya kontribusi Muhammadiyah selama ini akibat dari semangat ruhul ikhlas dan ruhul jihad.

“Eksistensi Muhammadiyah saat ini telah banyak berkontribusi karena adanya ruhul ikhlas dan ruhul jihad,” kata Dahnil.

Ia berpesan pada para hadirin bahwa inti perjuangan segenap Persyarikatan Muhammadiyah harusnya bertumpu pada semangat ikhlas dan jihad. Menurutnya, tanpa dua sikap itu, perjuangan dakwah Muhammadiyah akan berdampak negatif.

“Jika sebagai seorang guru dan karyawan kehilangan ruhul ikhlas dan ruhul jihad akan mengakibatkan kinerja yang buruk. Jangan sampai bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah hanya ingin mencari uang saja,” sambung pria kelahiran Aceh 1982 itu.

Lebih lanjut Dahnil menyampaikan, tantangan menjadi kader persyarikatan yang bekerja di Muhammadiyah ada dua hal. Yakni menganggap Muhammadiyah sebagai organisasi, atau memosisikan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahi munkar. Menurut Dahnil, penting bagi segenap warga Muhammadiyah untuk melakukan kolaborasi dari dua hal itu.

“Muhammadiyah berhenti sebagai organisatoris ketika kita mengelola AUM tanpa ruh dakwah. Maka, akan sia-sialah perjuangan kita karena hanya sekadar menjadi yayasan saja,” terang pria yang juga dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten tersebut.

Oleh karena itu, Dahnil mengimbau agar segenap elemen Muhammadiyah mengubah mindset sesuai dengan yang diajarkan K.H. Ahmad Dahlan.

“Dalam sosiologi ada dua kepentingan, yaitu egoistik atau mengedepankan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan umum. Yang kedua, altruistik atau mengedepankan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi. Ketika K.H. Ahmad Dahlan memulai mendirikan Muhammadiyah, ia mengedepankan watak altruistik, yaitu pelayanan sosial, pendidikan, dan rumah sakit untuk orang-orang miskin. Melayani yang bodoh dan terbelakang,” tutur Dahnil. (Tanti Puspitorini/ Frd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here