Begini Cara Membedakan Jajanan Sehat dan Tidak Sehat Menurut RS PKU Muhammadiyah

0
344
Ibu Zakiyyah SKep NS dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya saat menjelaskan jajanan sehat di SDM Dubes.(Dzanur Roin/Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – SD Muhammadiyah 12 Surabaya (SDM Dubes) kedatangan tamu istimewa dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya, Rabu (26/2/2020).

Mereka terdiri atas tiga orang, yaitu Ibu Zakiyyah SKep NS, Nadia Rahmadani, dan Iva Liliana Riva. Kedatangan mereka dalam rangka memperkenalkan jajanan sehat kepada peserta didik kelas 3 SD Muhammadiyah 12 Surabaya.

Mengawali kegiatan ini, peserta didik diminta untuk menyaksikan sebuah film tentang makanan yang biasa dijajakan di sekolah-sekolah.

Seusai menyaksikan video, Zakkiyah menjelaskan tentang jajanan sehat. Jajanan sehat, menurut dia, adalah makanan yang tidak menyebabkan sakit. “Makanan yang kurang sehat itu banyak bakteri dan menyebabkan berbagai macam penyakit seperti demam, batuk, pilek dan lain-lain,” ujarnya di depan peserta didik.

“Jajanan atau makanan yang sehat akan membuat kita konsentrasi dalam belajar, membuat kita kuat dan tidak mudah sakit,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut Zakkiyah, ciri makanan tidak sehat adalah terlalu manis, terlalu asin, warnanya terlalu mencolok, dan tempat makanannya tidak tertutup. Makanan tersebut tidak segar atau sisa kemarin yang dijual kembali.

“Bisa juga pedagangnya sedang sakit seperti sakit batuk yang ketika batuk udaranya bisa kemakanannya. Atau pedagangnya merokok,” katanya.

Sementara itu, makanan sehat adalah makanan yang tempatnya jauh dari sampah, jauh dari debu, jauh dari asap, tempat makanannya tertutup, tidak terlalu manis, tidak terlalu asin, dan warnanya tidak mencolok. “Makanannya juga tidak berbau,” ujarnya.

Al-Haris Abi Hambali, siswa kelas 3 Al-Qomar yang biasanya suka beli jajan di halaman sekolah, seusai menyaksikan video jajanan sehat dan jajanan tidak sehat akan membawa bekal yang banyak dari rumah. “Jadi tidak jajan lagi, uangnya tak tabung saja,” katanya yang diiyakan oleh teman-temannya.

Ustadzah Nurul Fitria SPdI, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, mengatakan kegiatan ini menambah pengetahuan anak-anak tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. “Dengan begini, setidaknya mereka bisa memilih jajanan yang sehat untuk dirinya. Syukur-syukur membawa bekal dari rumah. Seperti makanan empat sehat lima sempurna,” tambah alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut. (Dzanur Roin/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here